Dalam Kunjungan Resmi Presiden Ke UEA, Ada 11 MoU Ditandatangani Mulai Dari Energi Hingga Migas

0
180
Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi, PEA, pada Minggu sore 12 Januari 2020. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) telah menandatangani 11 perjanjian bisnis saat kunjungan resmi Presiden Joko Widodo ke Abu Dhabi, Minggu (12/1).

Salah satu kesepakatan di bidang energi yaitu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Agung Pribadi mengatakan perusahaan energi baru terbarukan (EBT) yang berbasis di Abu Dhabi, PEA, nantinya akan bermitra dengan PT Pembangkit Jawa Bali Investasi (PJBi) membangun PLTS Terapung Cirata sebesar 145 Mega Watt Peak (MWp)”, ungkapnya dalam keterangan tertulisnya pada, Senin (13/1).

PLTS Terapung ini diproyeksikan melebihi kapasitas rekor pembangkit tenaga surya terbesar di ASEAN setelah Cadiz Solar Powerplant di Filipina sebesar 132,5 Megawatt, memiliki nilai investasi mencapai Rp1,8 triliun.

Selain bidang energi terbarukan, Presiden Joko Widodo dengan Putra Mahkota UEA menyaksikan penandatangan kesepakatan bisnis proyek migas seperti pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP) RU V Balikpapan antara Pertamina dengan Mubadala, potensi minyak mentah di Balongan antara Pertamina dengan ADNOC, serta penyediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) antara ADNOC dengan Pertamina.

Sedangkan di sektor mineral, kedua negara sepakat kerja sama penambahan produksi alumunium ingot, alloy dan billet antara Emirates Global Aluminium (EGA) dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Direncanakan pada masa uji coba penambahan produksi sekitar 20 ribu ton dari kapasitas produksi normal sebesar 250 ribu ton.

Selain itu, ditandatanganinya Power Purchase Agreement (PPA) untuk PLTS Terapung Cirata antara PT PJB dengan Masdar senilai USD129 juta, Terdapat pula adendum MoU antara Emirates Global Aluminium (EGA) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dalam rangka mengakomodir penetapan jangka waktu kerja sama.

Ditambah lagi, proyek peningkatan kapasitas tungku peleburan termasuk transfer teknologinya dari 250 ktpa (kilo tonnes per annum) menjadi 300 ktpa, Technical Exchange di bidang Reduction Technology dan proyek Greenfield Aluminium Smelter di Kalimantan Utara berkapasitas 500-1.000 ktpa.

Perlu diketahui, disektor energi nilai kontrak kerja sama bisnis Indonesia-PEA sebesar USD90-270 juta pada Pertamina dengan LPG Supply Contract Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), RIPA (Refinery Investment Principle Agreement) antara Mubadala Investment Company dan Pertamina untuk melanjutkan negosiasi kepemilikan hingga 49% saham PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) – RDMP RU V dengan total potensi kerjasama senilai USD1,6 miliar; MoU antara ADNOC dan Pertamina tentang kerja sama pengembangan Project Crude to Petrochemical USD10,1 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here