Presiden Ingin Lembaga Keuangan Non Bank Mendapat Trust Masyarakat

0
322
Presiden Joko Widodo menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 di hotel Ritz Carlton Pasific Palace, Jakarta, pada Kamis (16/1). FOTO: VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Jakarta) Maraknya masalah keuangan di perusahaan asuransi nasional, Presiden Joko Widodo meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mereformasi industri lembaga keuangan nonbank, baik asuransi hingga dana pensiun.

“Industri keuangan yang non bank, baik itu asuransi dan dana pensiun, itu memerlukan sebuah reform, perbaikan-perbaikan dari sisi pengaturan, pengawasan, maupun permodalan,” ungkap Presiden saat menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 di hotel Ritz Carlton Pasific Palace, Jakarta, pada Kamis (16/1).

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan karena sudah lama para lembaga jasa keuangan nonbank tidak melakukan hal tersebut.

Padahal, reformasi pernah dilakukan pada era 2000-2005 yang menyasar para lembaga jasa keuangan perbankan. Kala itu, lanjutnya, reformasi menghasilkan stabilitas perbankan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Selain itu, Presiden juga meminta reformasi dilakukan menyeluruh. Di sisi lain, dirinya ingin reformasi ini tidak hanya dilakukan oleh wasit industri keuangan, namun pemerintah juga harus mendukung melalui kementerian/lembaga terkait.

“(Reformasi) perbankan di 2000-2005 pernah dilakukan. Nah, sektor (lembaga keuangan nonbank) ini juga diperlukan, sehingga pengaturan, pengawasan, dan permodalan bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Presiden ingin reformasi dilakukan untuk memperkuat lembaga keuangan nonbank hingga menambah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga ini.

“Jangan sampai ada distrust di sana dan ganggu ekonomi secara menyeluruh. Saya dukung sekali dan perlu dilakukan dalam waktu yang secepat-cepatnya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here