Festival Buah Lokal Langka Khas Pegunungan Meratus Siap Digelar

0
172
Marajai_Kembali_Bersiap_Gelar_Festival_Buah_Lokal_Khas_Kalimantan (Foto: Kemkominfo)

(Vibizmedia – Berita) Provinsi Kalimantan kembali menyelenggarakan festival buah-buahan lokal dan langka khas pulau Kalimantan. Khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan, kembali akan digelar di Desa Marajai, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, awal Februari 2020 nanti.

Desa Marajai, dikenal sebagai surga buah-buahan lokal dan tempat kembang tumbuhnya berbagai jenis buah lokal langka serta varian durian dengan berbagai jenis dan rasa. Festival buah ini akan menampilkan kekayaan alam pegunungan Meratus, bukah hanya buah-buahan lokal, akan tetapi alamnya yang masih asri, air terjun alami, goa dan tentunya budaya masyarakat dan keramah-tamahan.

Pada festival buah lokal langka yang pernah digelar, diantaranya terdapat buah Lahung atau Layung, Kalih atau Traku, Pampakin, Karatongan, Mantaula, Mantuala, Maharawin, semua yang disebut ini jenis durian tetapi tidak seperti durian yang kebanyakan dijual di pasaran, karena bentuk bundarnya, warna kulit dan rasa yang berbeda-beda pula.

Selain berbagai jenis durian ada jenis buah Nangka-nangkaan, Tarap, Binturung, Kulidang, Mintawa, dan lainnya begitu juga jenis rambutan ada yang disebut Siwau, Maritam, Buluan, dan sebagainya. Ada juga berbagai jenis mangga-manggaan (mangifera), duku-dukuan, aneka pisang hidup di hutan hingga ada pisang warna kulitnya yang merah serta puluhan jenis buah lainnya yang relatif sulit ditemui di pasaran.

Bupati Balangan, Ansharudin pernah menyampaikan, kegiatan festival buah lokal di Desa Marajai, luar biasa sebagai momen untuk mengenalkan buah-buahan langka yang masih tumbuh dan berkembang di wilayah Pegunungan Meratus tersebut.

“Dengan adanya festival buah lokal membuktikan bahwa bumi Kalimantan menyimpan kekayaan yang luar biasa terhadap plasma nutfah, khususnya buah-buahan” kata Ansharudin.

Dikatakan, kekayaan tersebut harus dilestarikan untuk generasi yang akan datang, Pemkab akan meidentifikasi aneka tanaman buah tersebut untuk diambil bibitnya dan dikembangkan pada lahan seluas tujuh hektare di Taman Hutan Raya Balangan.

Kalimantan memang surga bagi tanaman buah, namun sekarang populasinya terus menurun akibat eksploitasi lahan yang terus meningkat untuk berbagai kepentingan. Dikawatirkan kondisi ini akan menghilangkan jenis buah Kalimantan ini, yang tentu saja menjadi keprihatinan yang mendalam bagi kita.

Hanif Wicaksono, seorang pemerhati buah-buahan menyebutkan bahwa Desa Marajai masih memiliki sejumlah pohon-pohonan buah langka endemik Kalimantan.

“Dari sekitar 150 jenis buah lokal Kalimantan yang mulai langka tersebut 100 jenis ada di Marajai. Untuk jenis durian saja mungkin wilayah Marajai yang paling banyak memberikan kontribusi bagi pedagang durian di Balangan. Ada pula sembilan jenis tarap-tarapan, seperti kulidang ((Artocarpus lanceifolius roxb), puyian (Artocarpus rigidus) dan lainnya,” ungkapnya.

Buah lainnya yang teridentifikasi di desa bagian dari Pegunungan Meratus tersebut adalah Silulung (Baccaurea angulata) maritam (Nephelium ramboutan-ake) Bumbunau (Aglaia laxiflora), Babuku ( Dimocarpus longan subspecies malesianus),Luying/Luing (Scutinanthe brunnea).

Kemudian juga ada buah Kapul (Baccaurea macrocarpa), Kalangkala (Litsea garciae), Gitaan/Tampirik (Willughbeia angustifolia) dan Kumbayau (Dacroydes rostrata).

Emy T/Journalist/ VM
Editor: Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here