Pandemi Coronavirus, Mungkinkah Teratasi?

0
1853

(Vibiz Media-Kesehatan) Kepanikan karena merebaknya Coronavirus kini mendunia. Coronavirus sudah menjadi pandemi. Pandemi adalah mewabahnya suatu penyakit ke beberapa negara atau beberapa benua. Saat ini dunia mengikuti data Coronavirus melalui situs yang dibuat berdasarkan real time oleh JHU CSSE (John Hopkins University Center For System Science and Enginerring). Laurel Gardner sebagai Co-director JHU CSSE mengatakan dashboard ini dibuat karena penting bagi publik untuk memahami situasi outbreak yang terjadi dengan sumber data yang transparan. Memang angka penderita Coronavirus terus bergerak dengan sangat cepat dari hari ke hari dan kini dapat kita monitor melalui situs JHU CSSE.

Menurut JHU CSSE pada hari ini Senin, 27 Januari 2020 pukul 15.00 telah terjangkit sebanyak 2,794 orang dengan 80 meninggal dunia dan 54 orang berhasil mengalami kesembuhan. Coronavirus yang masa inkubasinya adalah 1-14 hari ini, telah menjangkiti 2700 orang di China Mainland dan selebihnya telah berjangkit ke negara-negara sebagai berikut:

Hongkong (8)

Thailand (8)

Macau (6)

US (5)

Australia (4)

Japan (4)

Malaysia (4)

Singapore (4)

Taiwan (4)

Perancis (3)

Korea Selatan (3)

Vietnam (2)

Kanada (1)

Nepal (1)

Menegakkan Diagnosis Coronavirus

Mau tahu bagaimana penegakkan diagnosisnya? Memang cukup rumit karena tidak bisa dideteksi hanya dengan pemeriksaan darah sederhana. Pasien yang dicurigai terjangkit Coronavirus disebut sebagai PUI (Patient Under Investigation). Menurut CDC Amerika (Center for Disease Control) diperlukan spesimen yang berasal dari:

  1. Saluran nafas bawah
  2. Saluran nafas atas

Selain itu juga diambil spesimen serum dari penderita. Jika memungkinkan, spesimen tambahan seperti spesimen tinja dan urin harus dikumpulkan dan harus disimpan mulai dari awal proses penegakkan diagnosis sampai memang diputuskan harus menggunakan spesimen tambahan ini atau tidak. Dan spesimen ini harus diperiksa sesegera mungkin setelah dicurigai terkena Coronavirus.

Metode yang digunakan untuk mendeteksi spesimen ini rRT-PCR yaitu singkatan dari real time Reverse Transcription – Polymerase Chain Reaction. Metode ini adalah gabungan dari transkripsi balik RNA menjadi DNA dan amplifikasi target DNA spesifik menggunakan reaksi rantai polimerase (PCR). Petugas yang mengambil spesimen juga harus menggunakan alat pelindung diri yang lengkap mulai dari gaun, sarung tangan dan pelindung mata.

Adakah Cara Mengatasinya?

Saat ini yang telah dilakukan adalah mengisolasi daerah yang terjangkit agar tidak menular keluar dari daerah tersebut. China sendiri telah mengisolir Wuhan, Provinsi Hubei dan mengeluarkan larangan bepergian pada tahun baru China yang baru saja berlangsung. Dunia internasional terus meningkatkan kewaspadaan di bandara dan pelabuhan pada setiap orang yang baru datang dari China atau dengan riwayat perjalanan dari China.

Kabar baiknya, Amerika sedang berjuang untuk segera mengembangkan vaksin untuk mengatasi Novel Coronavirus 2019 ini. Institusi Kesehatan Nasional Amerika telah bermitra dengan perusahaan bioteknologi di Boston yaitu Moderna untuk mencari formula vaksin yang tepat. Selain itu Koalisi Norwegia untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi juga menghibahkan dana sebesar $ 9 juta kepada sebuah perusahaan bioteknologi di Pennsylvania, Inovio yang juga sudah mengembangkan vaksin untuk sindrom MERS CoV, jenis lain virus corona yang merebak di Timur Tengah beberapa waktu lalu. Demikian pula 2 universitas di Rusia, tengah terus melakukan penelitian yang sama.

Meski demikian, diperkirakan vaksin ini paling cepat akan dapat digunakan 3 bulan lagi dan itu masih fase awal dan fase percobaan. Hal ini berarti tidak akan mampu memperlambat penyebaran Corona dalam waktu dekat. Sementara penyebarannya begitu progressif dan satu orang dapat menularkan kepada 14 orang lainnya.

Kesiapan Indonesia

Pada saat jumpa pers Update Novel Coronavirus tanggal 22 Januari 2020 kemarin, Kemenkes menyatakan sudah menyiapkan hal-hal sebagai berikut:

  • Menetapkan 100 Rumah Sakit sebagai rumah sakit rujukan untuk penyakit infeksi emergingdan 100 Rumah sakit ini membuat kesiapan penanganan Novel Coronavirus.
  • Upaya pencegahan dengan enyiapkan 860 set alat pelindung diri, 12.322 masker N95 dan 35 ribu health alert card
  • Melakukan pemeriksaan di 135 pintu masuk negara baik darat, laut dan udara, terutama yang berasal dari China dan menyiapkan 195 alat pendeteksi
  • Menyiapkan laboratorium pusat di litbang sebagai laboratorium rujukan

Saat ini, semua kasus terduga Coronavirus di Indonesia belum ada yang terkonfirmasi. Tentu, kita semua mengharapkan virus ini tidak berjangkit di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here