Bahasa Perancis Punya “Magnet”, Lho!

0
186
Foto : Vibizmedia

Mungkin orang bertanya pada saya, kenapa sih tertarik belajar bahasa Perancis?  Jawaban saya sebenarnya sederhana, yaitu : karena bahasa Perancis punya “magnet”, yaitu terdengar sangat merdu ketika dituturkan.

Dikatakan merdu, memang benar adanya. Bahasa Perancis kadang terdengar seperti nyanyian indah, dan juga kadang terdengar  bagaikan suara yang mengalun- alun. Pokoknya sangat unik dan menarik untuk dipelajari. Jadi , percaya deh, hidup akan lebih indah dengan bahasa Perancis.

Cerita ketertarikan saya pada bahasa Perancis, bermula ketika saya datang ke tempat kursus bahasa Perancis di bilangan Jakarta Selatan, dengan membawa buku paket yang sudah dibeli pada saat pendaftaran. Saya sudah melihat-lihat halaman demi halaman yang berisi percakapan beserta ilustrasinya, namun belum mengerti satupun artinya.

Cerita berlanjut dengan perkenalan peserta kursus satu dengan lainnya. Kebanyakan dari mereka adalah siswa SMA, mahasiswa, pria dewasa yang sedang megikuti pelatihan di Departemen Luar Negeri dan ada pula ibu rumah tangga yang ingin mempelajari bahasa yang katanya romantis itu.

Sesaat kemudian, pintu kelas dibuka,  masuklah sesosok pria Prancis  berambut ikal pirang sambil berkata “Bonjour..”  serentak seisi kelas menjawab “Bonjour..” namun ada juga yang  salah ucap. Ada yang bilang “Bongsu..” ada pula yang bilang “Bonjer..”. Namanya juga baru pertama kali dengar. Maklumlah,  masih banyak kesalahan.

Bonjour adalah sapaan selamat pagi hingga sore hari dalam bahasa Prancis. Dilafalkan “bongzjurr”. Kalau selamat malam dikatakan dengan “Bonsoir” (baca:bongswa) dan bila berpisah dimalam hari dapat diucapkan “Bonne Nuit” (baca : bonn nuih) yang dalam bahasa Inggris artinya sama dengan “Good Night”.

Nah, lanjut lagi nih ceritanya. Guru Perancis bermata biru  itu memperkenalkan dirinya “ Je m’ appelle Frederick. Je suis Professeur et Je suis francais”’  (Nama Saya Frederick, Saya adalah Guru dan saya adalah orang Prancis). Kemudian dia bertanya, apakah ada peserta yang bisa berbahasa Perancis. Sebagian besar orang menggelengkan kepala, termasuk saya. Hanya ada satu atau dua orang yang bilang “un peu” (baca: ang peuw) artinya sedikit.

Monsieur Frederick melanjutkan pelajaran  dengan bahasa aslinya dan sedikit Indonesia. Memang  bahasa tersebut masih terdengar indah, namun tak jarang pula seperti  mendengar orang yang sedang berkumur-kumur dan sengau. Kita harus menyimak baik –baik tiap ucapan.

Hal yang paling mengagetkan adalah ketika guru bahasa Perancis itu bertanya secara mendadak dan celakanya  pada saat itu kita sedang kedapatan tidak mengerti.   ” Wah malu banget rasanya….”

Bahasa Perancis yang “bermagnet”

Nah, saya mau sedikit kasih tahu tentang bahasa Perancis yang “bermagnet” itu. Belajar bahasa Prancis tidak sama dengan belajar bahasa Inggris. Kata benda dibagi menjadi dua bagian. Ada yang berjenis kelamin laki-laki (masculin) dan perempuan (Feminin).

Untuk sederhananya belajar bahasa Perancis, intinya hampir semua Kata benda yang berakhir huruf “E” dan “ons” berjenis kelamin  perempuan. Namun ada perkecualian untuk beberapa kata.  Kemudian ada lagi yang namanya Konjugasi, yaitu semua kata kerja akan berubah sesuai subyeknya.

Pengalaman unik lainnya ketika belajar abjad dalam Bahasa Perancis.  Pelafalan ABC hamper sama dengan pelafalan dalam abjad Indonesia. Wah seneng banget dengernya.. Namun jangan buru-buru senang. Masih ada kejutan lainnya.

Dalam bahasa Perancis, perlu usaha untuk membedakan bunyi “F” dan “V”. Bunyi huruf “F” sama seperti kita menyebut “Fanta”. Contohnya faire (baca:fer) artinya melakukan.  Namun huruf “V” pelafalannya seperti “Vww..” Contohnya voyell (baca : Vwwayel), artinya huruf hidup/vokal.  Namun buat saya dan beberapa teman yang paling sulit membunyikan huruf “U”. sangat sulit dilukiskan dengan kata-kata bunyinya huruf “U”.  Katanya seperti membunyikan huruf “I” dimulut tapi yang keluar bunyi ”U”. Pokoknya mulut harus dimonyongkan barulah bunyi “U” yang diinginkan berhasil dilafalkan.

Saya ingat, yaitu pengalaman kursus pada saat kelas berakhir, dimana beberapa orang masih memonyongkan mulutnya supaya bunyi huruf “U” yang baru saja dipelajari tidak hilang.   Alhasil, banyak orang terbengong-bengong di luar melihat  para peserta les keluar dengan mulut termonyong-monyong. “Ha ha ha..”

Magnet Bahasa Perancis : Keindahan suaranya, dan menyatukan sesama penuturnya.

Saya mau kembali pada cerita pengalaman saya, dimana dua minggu setelah saya kursus, guru kami digantikan oleh Madame Figaro asal Madagaskar yang baru saja pulang dari Paris. Berbeda dengan guru sebelumnya, pengucapan bahasa Perancis dari Madame Figaro sungguh bersih dan jelas. Cara mengajarnya luar biasa enak. Ia mengulang lagi pelajaran dari awal hingga mudah dimengerti oleh semua. Dan akhirnya, banyak murid yang benar-benar jatuh hati pada bahasa Perancis dan tertarik pada “magnet” bahasa Perancis itu.

Wah.. berlatih bahasa Perancis, memang perlu ketekunan ekstra untuk menghafal dan melatih tata bahasanya. Tapi kalau mendengar orang mengucapkan kata dalam bahasa Perancis, Anda pastinya akan merasakan “magnet” tersendiri dimana Anda bisa penasaran untuk mencobanya, karena keindahan dari suara yang dihasilkannya.

Buat saya pribadi, mendengar orang berbicara bahasa Perancis itu kadang seperti mendengar orang yang bicara sambil kumur-kumur, bisa juga  terdengar bagaikan nyanyian  merdu dengan intonasi naik dan turun,  dan tak jarang pula yang menuturkannya dengan aksen cerewet merepet.

Dalam penggunaannya sehari hari, kalau ketemu orang Perancis dimana saja, Bahasa Perancis itu bagaikan magnet. Semua orang Perancis yang kita temui akan berubah bagaikan saudara sendiri, jika kita bisa berkomunikasi dengan mereka dalam bahasa Perancis.

Mereka percaya pada kita, ngomong apa saja dan menghilangkan semua perbedaan yang ada seperti suku, ras, kepercayaan. Intinya, jadi tak berlebihan kalau bahasa Perancis saya katakan memiliki magnet, tentunya karena 2 hal : bahasanya bisa terdengar merdu dan menarik, dan satu lagi, bahasa Perancis mampu untuk menyatukan sesama penuturnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here