(Vibizmedia – Lensa) – Wisata Kota Tua di Jakarta, memang menyimpan banyak cerita. Salah satunya cerita Pak Samem, yang saat ini menjadi Ketua Paguyuban Sepeda Ontel Wisata Kota Tua.

Sepeda ontelnya, sepertinya sudah banyak mewarnai kisah dari kehidupannya. Nah, dalam wawancara yang dilakukan Berliana Simanjuntak dari Vibizmedia, Pak Samem menceritakan tentang kehidupannya bersama dengan ontel yang menemaninya selama sekitar 14 tahun.

Pak Samem, Ketua Paguyuban Sepeda Ontel Wisata Kota Tua/ Foto : Vibizmedia.

Sepeda ontel, memang sudah melekat dengan Pak Samem sejak tahun 2006. Saat itulah, merupakan tahun dimana ia membuka penyewaan sepeda ontel di Kota Tua.

Cerita dengan ontelnya pun berlanjut, ketika dibentuknya Paguyuban Sepeda Ontel Wisata Kota Tua pada tahun 2008, yang bermula dari dipanggilnya para penyewa sepeda ontel oleh UPK (Unit Pengelola Kawasan) Kota Tua.

Anggota paguyuban yang terbentuk, terdiri dari pengurus inti sebanyak 4 orang, dan beranggotakan 32 orang.

Sepeda Ontel di Wisata Kota Tua/ Foto : Vibizmedia.

Ada hal menarik dari paguyuban sepeda ontel ini, yaitu mereka juga memiliki uang kas, yang dikumpulkan setiap bulannya. Uang kas tersebut, biasanya mereka gunakan untuk membeli seragam, seperti rompi dan batik, dan juga untuk membantu anggota paguyuban yang sedang sakit. Selain itu, mereka juga aktif menggunakan uang kas tersebut untuk kegiatan sosial, seperti membantu anak yatim.

Paguyuban Sepeda Ontel Wisata Kota Tua, tentunya juga rutin mengadakan rapat sebulan sekali. Tujuan rapat tersebut, adalah untuk evaluasi dan menuangkan ide-ide dalam meningkatkan masing-masing omzet anggota.

Wisata Kota Tua / Foto : Vibizmedia.

Pak Samem, juga menjelaskan harga sewa kepada Vibizmedia, yaitu sebesar Rp 20.000,- per 30 menit, dan hanya bisa digunakan di tengah lapangan kota tua.

Penyewaan ontel, biasanya dibuka pada jam 08:00-18:00 WIB. Para anggota Paguyuban Sepeda Ontel Wisata Kota Tua, tentunya bisa dikatakan profesional. Tentunya, hal itu berkat jasa dari Kementerian Pariwisata, yang pada tahun 2012, mengeluarkan program Pemberdayaan Masyarakat Lokal untuk meningkatkan pariwisata dan DMO (destination management organization), dibawah LWG (local working group). Para anggota Paguyuban juga mendapatkan bimbingan teknis bagaimana melayani tamu, dan juga pelatihan kecakapan lainnya.

Selain mendapatkan pelatihan, Paguyuban Sepeda Ontel Wisata Kota Tua, juga mendapatkan bantuan dana dari Adira Financial sebesar 150 juta. Bantuan tersebut, tentunya tidak berupa uang, tetapi berupa peralatan untuk membuat souvenir, seperti alat cetak, sablon, dan lainnya.

Foto : Vibizmedia.

Sebagai informasi, menjadi anggota Paguyuban Sepeda Ontel Wisata Kota Tua, memang tak sembarangan. Bahkan, mereka juga mendapatkan semacam tanda pengenal, yang juga menjadi Sertifikasi Kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi Pramuwisata Indonesia, seperti yang dimiliki oleh Pak Samem ini.

Pak Samem bersama Berliana Simanjuntak dari Vibizmedia / Foto : Vibizmedia.

Ketika ditanya, apakah Pak Samem pernah jenuh dengan pekerjaannya sebagai penyewa sepeda ontel, dia katakan pernah. Tapi, kejenuhan itu pun hilang, karena passion dan kecintaannya yang besar pada Kota Tua. Ia pribadi, juga bertekad untuk memajukan kota Tua sebagai Destinasi Wisata Unggulan.

Pak Samem, tentunya juga menyatakan kepuasannya kepada pemerintah saat ini, yang baginya sangat memberikan dukungan kepada peningkatan wisata lokal.

Sukses selalu, Pak Samem. Sepeda ontelmu, memang menjadi cerita yang akan selalu mewarnai Wisata Kota Tua di Jakarta.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here