Gerak Cepat Pemerintah Siapkan Evakuasi WNI dari Wuhan

0
245
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait evakuasi WNI dari Wuhan, Provinsi Hubei saat kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Pasca instruksi evakuasi Presiden Joko Widodo kepada jajaran terkait pada Kamis kemarin, pemerintah bergerak cepat lakukan evakuasi bagi kurang lebih 243 warga negara Indonesia yang berada di Wuhan (Provinsi Hubei), dan kota-kota sekitarnya.

“Kemarin sore sudah kita putuskan dalam rapat terbatas bahwa saya sudah perintahkan untuk segera mengevakuasi warga negara Indonesia yang ada di Wuhan dan sekitarnya. Ini dikoordinir oleh Menteri Luar Negeri bersama seluruh menteri terkait,” ungkapnya di Kabupaten Kulon Progo pada Jumat, 31 Januari 2020.

Untuk diketahui, sejumlah negara termasuk Indonesia juga memiliki keinginan yang sama untuk mengevakuasi warganya dari RRT. Segera setelah instruksi tersebut, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berkomunikasi dengan otoritas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sembari terus memantau kondisi WNI yang ada di sana melalui KBRI terkait.

“Masih dalam proses. Masih kita proses karena yang ingin evakuasi bukan hanya Indonesia saja. Tetapi antrean kita sudah di depan,” ungkap Presiden.

Selain itu, persiapan penerimaan di Tanah Air juga terus dilakukan sesuai dengan prosedur dan protokol kesehatan yang berlaku.

“Kemarin WHO juga sudah mengumumkan situasi darurat global yang terkait dengan virus korona. Jadi saya kira keputusan kita kemarin untuk mengevakuasi itu sudah betul,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa persiapan evakuasi WNI tersebut telah memasuki tahap akhir. Retno juga telah bertemu dengan Duta Besar RRT di Jakarta untuk membahas hal tersebut.

“Pagi ini saya telah bertemu dengan Dubes RRT di Jakarta. Beliau telah menyampaikan clearance pendaratan dan pergerakan pesawat untuk evakuasi WNI dari Provinsi Hubei. Dalam kaitan ini, kami ingin menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah diberikan oleh otoritas RRT,” jelas Retno di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jumat, 31 Januari 2020.

Rencananya, keberangkatan pesawat penjemput bersama tim pengevakuasi akan dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam. Pesawat yang digunakan adalah pesawat berbadan lebar agar semua WNI yang bersedia dievakuasi dapat diterbangkan secara langsung tanpa melalui transit.

Saat ini, tim pendahulu telah memasuki Provinsi Hubei dan melakukan persiapan di sejumlah titik, utamanya Wuhan, dalam rangka evakuasi tersebut.

“Sementara itu, persiapan penerimaan di Indonesia juga terus dilakukan sesuai dengan prosedur dan protokol kesehatan yang berlaku,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here