Pemerintah Buka Layanan Hotline di 9 K/L Antisipasi Wabah Virus Korona

0
400
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Bogor) Antisipasi mewabahnya virus korona, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berencana akan membuat layanan hotline yang terdiri dari sembilan kementerian.

“Terkait antisipasi virus korona, pemerintah akan membuat hotline sembilan kementerian untuk memberikan informasi, yaitu Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja, Badan POM dan terutama Bea Cukai, jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (4/2).

Menurut Airlangga, hal ini terkait dengan kebijakan per hari Rabu, nanti penerbangan dari Indonesia ke China sementara dihentikan. Kemudian juga akan dikeluarkan kebijakan-kebijakan terkait dengan keimigrasian,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan bahwa pembatasan yang dari Tiongkok untuk tidak ke Indonesia, dan akan dimonitor sampai dengan setiap dua minggu di bulan Februari ini. Sedangkan, tenaga kerja dan turis dari China yang kemarin ke Indonesia. Airlangga mengatakan bagi mereka yang belum sempat kembali atau pulang, pemerintah akan memfasilitasi terkait dengan visa, perpanjangan visa overstay-nya.

“Nah itu yang akan di-facility oleh pemerintah, overstay sampai dengan satu bulan itu akan difasilitasi,” terang Airlangga. Sementara mengenai Kementerian Perdagangan, sambung Menko Perekonomian, karena tadi disampaikan bahwa metode daripada transmisi penyakit ini melalui human to human dan juga melalui wild animal, maka kebijakan pemerintah adalah akan melarang impor live animal dari Tiongkok.

Airlangga mengungkapkan karena barang itu tidak terkait dengan penularan, maka perdagangan akan terus berlanjut dan juga itu termasuk hortikultura seperti bawang putih dan buah-buahan. Pemerintah, menurut Menko Perekonomian, akan mempersiapkan skenario berikutnya, karena dilihat dari akibat corona virus ini tentu akan ada dampak terhadap perekonomian nasional.

“Nah, kami akan memonitor terus karena memang di China sendiri akan terus dimonitor sampai pertengahan bulan Februari karena efek daripada virus itu, outbreak itu sampai pertengahan Februari dan efek daripada mereka punya karantina akan dievaluasi di akhir Februari,” jelasnya.

Mengenai penurunan tourism karena akibat corona virus ini, lanjut Airlangga, pemerintah akan mendorong bahwa penerbangan-penerbangan ke destinasi wisata seperti Bali, Kepulauan Riau- Batam, Bintan ataupun Manado itu akan diperhitungkan untuk diberikan tarif khusus. “Nah ini tarif khususnya akan dihitung dan pemerintah akan mendorong konvensi-konvensi atau MICE dalam negeri baik itu dari Kementerian untuk diselenggarakan di daerah-daerah pariwisata agar domestik tourism akan meningkat,” terang Airlangga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here