(Vibizmedia – Gaya Hidup) – Pernahkah Anda mencicipi lezatnya tahu putih yang lembut ketika dikunyah? Jika Anda adalah penggemar tahu putih, mungkin Anda harus mengenal Pak Sutarjo. Pria berusia 40 tahun ini, adalah seorang pria tangguh, dibalik kelembutan tahu putih yang sering Anda nikmati.

Dalam “Gaya Hidup” kali ini, Berliana Simanjuntak dari Vibizmedia, berhasil untuk bertemu dan melakukan wawancara dengan Pak Sutarjo, seorang wirausaha yang memiliki usaha Pabrik Tahu Pejaten.

Pak Sutarjo bersama istrinya/Foto : Vibizmedia

Bakat sebagai pengusaha yang melekat pada Pak Sutarjo, nampaknya menurun dari ayahnya. Sang ayah, memang telah menjalankan bisnis produksi tahu terlebih selama 20 tahun. Bisnis tahu sang ayah, sempat diteruskan oleh kakak laki-laki dan adiknya, namun tak berjalan. Akhirnya, Pak Sutarjo yang memilih untuk meneruskan bisnis tahu tersebut. Sampai saat ini, sudah sekitar 4 tahun Pak Sutarjo memimpin bisnis produksi tahu putih yang berlokasi di Pejaten tersebut.

Bisnis produksi tahu putih Pak Sutarjo, pernah vakum selama 1 tahun, karena ia ingin mencoba bisnis kuliner nasi bebek. Namun, nampaknya ia sudah jatuh hati pada bisnis tahu putih, hingga akhirnya, ia putuskan kembali berbisnis produksi tahu putih.

Tahu putih yang sudah jadi/Foto : Vibizmedia.
Tahu putih yang sudah jadi dan siap dipotong kecil/Foto : Vibizmedia.

Bisnis produksi tahu putih yang dijalankan Pak Sutarjo, tentu saja melalui proses yang tak singkat. Adapun tahapan pembuatan tahu putih tersebut, antara lain :

  1. Kacang kedelai yang sudah dibersihkan, dimasukkan ke dalam alat penyulingan.
  2. Hasil sulingan kacang kedelai tadi, dimasak di wadah yang berupa bak, dengan uap panas yang di bakar dengan kayu bakar.
  3. Hasil sulingan tahu yang sudah di masak, dipanaskan, lalu disaring menggunakan kain tipis
  4. Setelah itu, masuk ke proses pencetakan tahu.
  5. Setelah dicetak, tahu siap untuk dipotong, dan dipasarkan.

Nah, proses diatas, tentunya bukan proses yang mudah. Namun, hal itu tentu saja tak menyurutkan semangat Pak Sutarjo untuk terus giat memproduksi tahu setiap harinya.

Proses pembuatan tahu putih/Foto : Vibizmedia.

Produksi tahu yang dihasilkan setiap harinya, yaitu  350-400 kilogram. Biasanya, hasil produksi tersebut akan dipasarkan di beberapa pasar tradisional. Pak Sutarjo sendiri, menjalankan bisnisnya, bersama dengan 6 orang karyawannya.

Dari bisnis produksi tahu putihnya, biasanya Pak Sutarjo mendapatkan keuntungan bersih sekitar 500.000,- Rupiah per harinya, yang ia banyak gunakan untuk kebutuhan keluarganya.

Kacang kedelai, salah satu bahan baku pembuatan tahu/Foto : Vibizmedia.
Tungku pembakar uap panas, salah satu alat pembuatan tahu putih/Foto : Vibizmedia.

Ketika ditanya apa harapannya sebagai seorang pengusaha, Pak Sutarjo menjawab, bahwa ia sudah puas dengan pemerintahan saat ini, dan berharap harga kacang kedelai stabil seperti saat ini. Ia juga berharap, bahwa salah satu anaknya, yang kini duduk di bangku SMK,akan mewarisi jiwa wiraswasta yang dimilikinya kelak.

Dan, ternyata ada lagi impian dari Pak Sutarjo, yaitu ingin memproduksi susu kedelai, yang rencananya bisa dipasarkan ke berbagai warung yang ada.

Tahu putih/Foto : Vibizmedia.

Pak Sutarjo, adalah contoh dari pria yang gigih dalam berwiraswasta. Tak heran, usaha tahunya pun bisa dikatakan terbilang berhasil. Sukses selalu, Pak Sutarjo. Tahu putih yang lembut, dapat kami nikmati berkat kerja kerasmu.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here