Pemerintah Tolak Pemulangan WNI Mantan ISIS ke Indonesia

0
301
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD memberikan keterangan pers terkait pemulangan WNI mantan ISIS, usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, pada Selasa 11 Februari 2020. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Bogor) Pemerintah tidak akan memulangkan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga teroris lintas batas, terutama mantan anggota ISIS ke Indonesia.

“Pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris. Bahkan tidak akan memulangkan FTF (foreign terorist fighter) ke Indonesia,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, pada Selasa 11 Februari 2020.

Keputusan itu diambil, lanjutnya lantaran pemerintah khawatir para terduga eks ISIS itu akan menjadi teroris baru di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah lebih mementingkan keamanan 267 juta WNI yang berada di Indonesia dengan tidak memulangkan para terduga kombatan eks ISIS tersebut.

Berdasarkan data dari Central Intelence Agency (CIA), tambahnya, ada 689 WNI, yang sebagian besar terduga eks ISIS dan tersebar di Turki, Suriah, dan beberapa negara lain.

Kendati demikian, pemerintah membuka opsi pemulangan anak-anak berusia di bawah 10 tahun yang turut dibawa orangtua mereka yang berstatus terduga eks ISIS.

“Tapi kita lihat case by case (untuk pemulangan anak usia di bawah 10 tahun),” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here