Pengendalian Jumlah Penduduk Bantu Sukseskan Rencana dan target Pembangunan

0
170

Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin membuka Acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kemitraan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Tahun 2020 di Auditorium Kantor Pusat BKKBN, Jalan Permata Nomor 1, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Mengawali sambutannya, Wapres memberikan apresiasi atas kinerja BKKBN yang sejak 1970 telah banyak berkontribusi pada pengendalian penduduk dan memajukan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

“Isu kependudukan dan Keluarga Berencana sangat penting bagi pembangunan. Aspek demografi, menjadi dasar bagi perencanaan pembangunan nasional. Seluruh rencana dan target pembangunan, khususnya pembangunan jangka panjang, akan meleset jika kita gagal dalam melakukan pengendalian jumlah penduduk,” terang Wapres.

Selain itu, Wapres menambahkan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi prioritas pemerintah. Salah satu indikator SDM berkualitas pada suatu negara adalah dengan rendahnya prevalensi stunting/anak kerdil. Indonesia telah mengalami penurunan prevalensi Balita sunting dari 37.2% pada tahun 2013 menjadi sebesar 27.67% pada tahun 2019. Namun, angka prevalensi stunting tersebut dirasa masih tinggi, karena hampir satu dari tiga anak Balita mengalami stunting. Oleh karena itu, lanjut Wapres, pemerintah menargetkan angka prevalensi stunting di Indonesia akan mencapai 14% pada tahun 2024.

Menjelang akhir sambutan, Wapres menyisipkan informasi tentang upaya Pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi penyebaran virus corona yang kini tengah meresahkan masyarakat dunia.

“Pemerintah kini mengoptimalkan thermal scanner di bandara-bandara dan semua pintu masuk wisata mancanegara (wisman), penyiapan rumah sakit dan fasilitas penunjang kesehatan, serta penghentian sementara penerbangan ke dan dari Republik Rakyat Tiongkok yang berlaku dari 5 Februari 2020 untuk menghindari segala kemungkinan yang diingikan dan semua sudah sesuai standar WHO,” terang Wapres menutup sambutannya.

Sejalan dengan Wapres, Ketua BKKBN Hasto Wardoyo, menyadari bahwa balita yang akan dijadikan parameter capaian target prevalensi stunting 14% pada 2024, saat ini belum dilahirkan.

“Maka, fokus pembinaan BKKBN memang dilakukan dari hulu, yaitu dengan membekali para calon ibu dan calon ayah agar (1) menjaga jarak persalinan tidak terlalu dekat, (2) menjaga jumlah persalinan tidak terlalu banyak, (3) menjaga agar persalinan tidak dilakukan dalam usia terlalu muda, (4) serta persalinan tidak dilakukan dalam usia terlalu tua. Keempat ‘terlalu’ inilah yang berpotensi melahirkan anak stunting,” imbuh Hasto.

Sebagai Informasi, Rakernas/Rakornis Kemitraan BKKBN Tahun 2020 ini, dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 11 hingga 13 Februari 2020 .

Gelaran yang bertajuk “Banggakencana dalam Era Milenial untuk Indonesia Maju, Sejahtera dan Berkeadilan” ini, bertujuan untuk menyegarkan kembali komitmen dan peran pemerintah serta mitra kerja dalam peningkatan akses dan kualitas program Banggakencana.

Untuk itu, beberapa hal yang diharapkan dapat dicapai dalam Rakernas/Rakornis kali ini adalah (1) Menguatnya komitmen dan dukungan pemangku kebijakan (stakeholders) dan mitra kerja dalam pencapaian target/sasaran Program Banggakencana tahun 2020; (2) Penyempurnaan rumusan strategi program dan kegiatan prioritas Banggakencana dalam mendukung upaya pencapaian agenda pembangunan nasional dalam RPJMN 2020-2024; (3) Tersusunnya rencana kerja/rencana aksi dalam pencapaian quick win dan kegiatan prioritas program Banggakencana tahun 2020; dan (4) Meningkatkan semangat dan kualitas kinerja para pengelola dan pelaksana program yang optimal dengan rebranding Banggakencana.

Tampak hadir dalam acara Duta Besar Negara Tunisia, Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here