1669 Orang Meninggal Dunia, Benarkah Wuhan Coronavirus Menular Melalui Udara?

0
824
Data JHU CSSE Wuhan Coronavirus (16/02/20)

(Vibizmedia-Headline) Suatu lonjakan luarbiasa terjadi dalam beberapa hari ini. Jikalau sebelumnya diberitakan bahwa jumlah kasus yang dikonfirmasi adalah 45.000 kasus maka pada hari ini sudah mencapai lebih dari hampir 70.000 kasus Wuhan Coronavirus. Tepatnya 69.264 kasus terkonfirmasi dengan angka kesembuhan sebanyak 9767 orang (14,1%). Singapore memiliki jumlah kasus terbanyak di luar China (72), diikuti oleh Hongkong (57). Angka kematian di luar China bertambah satu dengan kematian di Jepang. Sebuah situs online kembali meluncurkan dugaan bahwa sebenarnya ada sekitar 154.000 orang yang sudah positif terkena virus Corona. Namun angka ini belumlah dikonfirmasi oleh pemerintah China.

Menular Melalui Udara?

China menyampaikan dengan hasil penelitian yang terbaru yang berbeda dengan yang sebelumnya. Kalau sebelumnya dikatakan bahwa Coronavirus menular melalui droplet. Droplet ini dapat mengkontaminasi gagang pintu, handphone, benda-benda dapur atau lainnya. Jika droplet yang berisi virus itu mendarat di selaput lendir manusia – selaput telinga, hidung, konjungtiva mata, tenggorokan, dan saluran pencernaan lalu masuk ke dalam sel-sel dan berreplikasi maka seseorang menjadi tertular. Disamping ini juga harus ada cukup virus yang menyerang kekebalan tubuh sampai akhirnya terinfeksi.

Kini, para peneliti China menemukan bahwa ternyata penularan bukan hanya dengan melalui droplet tapi juga melalui udara. Pada hari Sabtu, (10/02/2020) Wakil Kepala Biro Urusan Sipil Shanghai, Zeng Qun menyampaikan bahwa virus tersebut sekarang dapat menyebar melalui udara, melalui transmisi aerosol (airborne) – yang berarti ia dapat melayang di udara untuk waktu yang lama dan menyebabkan infeksi jika terhirup. Mengenai hal ini, WHO menyatakan tidak ada cukup bukti bahwa Wuhan Coronavirus menular melalui udara. Namun demikian, kewaspadaan akan penularan semakin ditingkatkan di China dengan mendesak warga untuk membatalkan semua kegiatan sosial dan menghindari pertemuan-pertemuan besar. Beberapa video yang beredar di twitter dan media online menunjukkan kepanikan dan keresahan masyarakat China

Kelangkaan Masker

Kementrian Kesehatan Singapore sebelumnya mengirimkan video edukasi untuk tidak menggunakan masker dengan alasan virus menular melalui droplet dan memakai masker dapat membuat seseorang lebih sering menyentuh wajahnya. Belum ada lagi pernyataan dari Kementrian Kesehatan Singapore mengenai apakah virus menular melalui udara (airborne) dan apakah harus menggunakan masker. Hal yang dikuatirkan jika terbukti menular melalui udara adalah kecepatan penyebaran virus akan meningkat. Sehingga perlu pencegahan dan kewaspadaan yang lebih tinggi. Sedangkan masker sendiri saat ini merupakan barang langka yang sulit dicari dan harga melambung karena permintaan yang tinggi. Memakai masker bagi sebagian besar orang berdampak memberikan rasa aman. Sedangkan sebagian lagi warga Singapore justru lebih tenang tidak memakai masker.

Hongkong saat ini, bahkan sudah meningkat kepada kejahatan pencurian masker akibat paniknya masyarakat karena kesulitan mendapatkan masker. Kepanikan dan keresahan akibat Wuhan Coronavirus kini semakin mendunia. Namun, kondisi ini justru memicu Indonesia untuk kreatif turut memikirkan jalan keluar. Prof David H Muljono, dr, SpPD, FINASIM, PhD, peneliti senior Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman pada seminar Awam di Auditorium Sitoplasma, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020) mengatakan bahwa telah dilakukan pembahasan awal dengan PT. Biofarma untuk rencana pengembangan vaksin COVID-19 dengan menggunakan bahan-bahan herbal Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here