Presiden Dorong Peringkat EODB Indonesia dibawah 40

0
431
Presiden Joko Widodo membuka Rapat Koordinasi Nasional Investasi di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (20/2/2020). FOTO: VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Jakarta) Presiden meminta jajarannya agar peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business berada diposisi dibawah 40.

“Dulu 220, meloncat ke-73 bukan sesuatu yang mudah. Biasanya naik hanya dua. Tapi saya gak mau angka itu, ranking 73 itu masih ranking nanggung. Setuju?,” terang Presiden saat membuka membuka Rapat Koordinasi Nasional Investasi di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Dirinya meminta agar posisi kemudahan berusaha Indonesia berada di bawah urutan 40. Sementara Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menargetkan posisi 50.

“Enak aja 50. Di bawah 40 itu baru karena posisi kita di Asia di ranking enam. Kita kalah dengan Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam. Filipina kita masih menang. Kita menangnya hanya dengan Laos, Kamboja,” tegas Jokowi.

Untuk mencapainya, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk membenahinya. Presiden mengatakan detailnya akan disampaikan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Dirinya pun memberikan contoh, salah satunya saat memulai usaha. “Ini berarti kita datang ke kantor perizinan. Tahun 2019 angka kita (EoDB) masih di 134. Tahun depan, saya minta nurun 71. Memang berat saya tahu. Tapi apa yang harus diselesaikan, kelihatan. Ditunjukkan lagi gampang. Hanya tinggal niat mau gak nyelesaikan ini,” ungkap Presiden Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here