Bursa Asia Memerah, Pasar Emas Bersinar Dan Minyak Dunia Memudar

0
112
sumber : Wikipedia

(Vibizmedia – Index) – Bursa-bursa saham Asia berada di zona merah pada hari Jumat karena kekhawatiran atas merebaknya virus corona membuka pintu untuk larinya dana ke luar negeri khususnya ke pasar AS yang mengangkat dolar ke level tertinggi tiga tahun.

Bahkan Wall Street ditutup melemah pada Kamis malam di tengah berita meningkatnya infeksi Covid-19 di Beijing dan luar negeri. Korea Selatan melaporkan 52 kasus baru yang dikonfirmasi pada hari Jumat.

Penghasilan perusahaan semakin terancam karena produsen AS, seperti banyak yang lain, berebut sumber-sumber alternatif ketika rantai pasokan China naik.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan kerugian untuk maskapai penerbangan Asia saja bisa mencapai hampir $ 28 miliar tahun ini, dengan sebagian besar dialami oleh maskapai China.

Pasar emas bersinar sebagai pelabuhan yang aman. Harga logam kuning terakhir di $ 1,624.94 per troi ons dan telah naik sebanyak 2,6% untuk seminggu terakhir dan bergerak menuju tertinggi tujuh tahun.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,6% pada hari Jumat pada perdagangan yang naik turun.

Indeks Kospi dari Korea Selatan anjlok 1,2% setelah pemberitaan mengenai penyebaran virus corona yang telah menyebar di negara itu, sedangkan Nikkei 225 dari Jepang bergerak datar dan pergerakan saham-saham unggulan dari bursa Shanghai tertahan ditengah janji stimulus kebijakan yang lebih banyak dari Bank Sentral China.

Harga minyak sedikit memudar pada hari Jumat, tetapi masih naik lebih dari 3% untuk minggu ini. Minyak mentah AS CLc1 turun 32 sen menjadi $ 53,56 per barel, sementara minyak mentah Brent LCOc1 berjangka turun 37 sen menjadi $ 58,94.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here