Pasar Saham Asia Masih Memerah, Indeks Nikkei Anjlok 700 Poin

0
192

(Vibizmedia – Index) – Pasar saham Asia masih memerah pagi ini meskipun gelombang aksi jual mereda dan Wall Street futures berhasil bangkit kembali, yang sedikit melegakan para investor dari ketakutan coronavirus.

Pasar Korea Selatan yang terpukul keras mencoba untuk merangkak dan berhasil naik tipis 0,8% dan membantu indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang bergerak datar.

Indeks Nikkei 225 Jepang masih turun 2,8% terdampak aksi jual di pasar global yang telah ditutup dini hari tadi dan pagi pukul 10:05 WIB dari layar RTI terlihat telah turun 2.99% atau 700,10 poin ke level 22686.60. Shanghai blue chips .CSI300 berkurang 0,7% dari posisi terendah awal.

Saham Eropa dan AS telah menderita kerugian terbesar mereka sejak pertengahan 2016 di tengah kekhawatiran coronavirus yang berubah menjadi pandemi yang dapat melumpuhkan rantai pasokan global dan mendatangkan kerusakan ekonomi yang jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Bank-bank sentral di seluruh Asia telah melonggarkan kebijakan dan telah menjanjikan suntikan besar dalam bentuk stimulus fiskal, sesuatu yang mungkin juga harus dipertimbangkan oleh negara-negara barat.

Dow .DJI telah berakhir dini hari tadi dengan turun 3,55%, sedangkan S&P 500 kehilangan 3,35% dan Nasdaq 3,71%. Pengukur rasa takut Wall Street, Indeks Volatilitas CBOE, melonjak ke penutupan tertinggi sejak awal 2019.

Yang paling dapat terlihat dari dampak ekonomi dari virus itu adalah penurunan 3,5% dari saham Apple Inc (AAPL.O) karena data menunjukkan penjualan smartphone di China anjlok lebih dari sepertiga pada Januari.

Korban kematian akibat virus korona naik menjadi tujuh di Italia pada hari Senin dan beberapa negara Timur Tengah berurusan dengan infeksi pertama mereka, meningkatkan kekhawatiran bahwa itu bisa berubah menjadi pandemi.

Euro sedikit naik dari posisi terendah tiga tahun terakhir untuk mencapai $ 1,0858 per dolar AS sementara nilai tukar yen kembali berada pada 110,90 per dolar AS, berada jauh dari puncak 10-bulannya yaitu saat berada di 112,21 per dolar AS.

Emas mengalami aksi ambil untung setelah mencapai puncak tujuh tahun semalam, dan terakhir di $ 1,649.80 per ons troi.
Minyak stabil setelah turun hampir 4% pada hari Senin. Minyak mentah AS CLc1 naik 22 sen menjadi $ 51,65, sementara minyak mentah Brent LCOc1 menguat 28 sen menjadi $ 56,58.

Selasti Panjaitan/Vibizmedia
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here