Pemerintah Evakuasi 69 WNI ABK Diamond Princess dari Yokohama ke Sebaru Kecil

0
387
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan evakuasi terhadap 69 orang warga negara Indonesia (WNI) ABK kapal pesiar Diamond Princess, yang terjadi dari 67 laki-laki dan 2 orang perempuan dari perairan Yokohama, Jepang menuju Pulau Sebaru kecil menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Diperkirakan pada Minggu malam kemarin sekitar pukul 23.00 WIB, pesawat penjemput WNI ABK tersebut tiba di Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, sesuai masukan dari Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang telah disetujui Presiden Jokowi.

Menko PMK Muhadjir mengatakan sesaat setelah pesawat penjemput tiba di bandara nantinya WNI ABK akan langsung dievakuasi ke Pulau Sebaru Kecil dengan menggunakan KRI dr. Soeharso-990 melalui Pelabuhan PLTU Indramayu. Perjalanan dari Bandara Kertajati menuju Pelabuhan PLTU Indramayu menggunakan 5 bus RSPAD Gatot Subroto yang telah disemprotkan disinfektan agar steril.

“Selanjutnya mereka akan dievakuasi dengan menggunakan KRI Soeharso melalui pelabuhan PLN Indramayu dan sambil menunggu verifikasi tes PCR (Polymerase Chain Reaction) yang dilakukan pusat laboratorium penyakit dan infeksi dari Kemenkes,” jelas Muhadjir dalam konferensi pers di Bandara Kertajati, Majalengka, Minggu (1/3).

Untuk diketahui, proses evakuasi bagi WNI ABK Diamond Princess dilakukan di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, lokasi yang sama dengan evakuasi WNI ABK World Dream. Evakuasi dilakukan dengan tujuan untuk menjalani proses observasi dari virus Corona (Covid-19).

Sebelumnya 8 orang WNI ABK Diamond Princess telah dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Saat ini delapan WNI tersebut tengah dirawat intensif oleh otoritas Jepang. Muhadjir menegaskan, WNI ABK Diamond Princess yang dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan sehat terbukti dengan adanya sertifikat sehat dari otoritas Jepang.

“Karena kalau dia tidak sehat tak boleh dievakuasi,” tegasnya. “Namun demikian kita akan mencermati lagi dan harus dengan segala kehati-hatian. Maka nanti mereka akan dites ulang oleh pihak Kemenkes,” lanjut Muhadjir.

Mengenai proses evakuasi ini lancar perlu kerja sama semua pihak terkait, tambahnya yakni: TNI, Polri, Kemenkes, Kemenhub, Kemenlu, Kemendagri, PLN serta Pemda dan masyarakat Kabupaten Majalengka dan Indramayu.

Agar proses evakuasi berjalan lancar, pemerintah mengutamakan kecermatan, kehati-hatian, dan keselamatan sehingga proses evakuasi akan ditangani dengan mengikuti prosedur kesehatan yang ada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here