Laporan Pencapaian Perdagangan Indonesia Selama 5 Tahun

0
718
Menteri perdagangan, Agus Suparmanto. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia -Jakarta)Hari ini Presiden Jokowi meresmikan Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2020 di Istana Negara.

Menteri Perdagangan,  Agus Suparmanto, dalam laporan singkatnya sebelum peresmian, menyampaikan bahwa Raker ini mengusung tema “Akselerasi peningkatan ekspor dan penguatan pasar dalam negeri menuju Indonesia maju.” Tema ini mengacu kepada  visi Presiden Jokowi , yaitu terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat,  mandiri dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong.

Ia juga menyampaikan bahwa sejak tanggal 2-3 Maret 2020 telah dimulai Pra Raker, dengan tujuan membangun konsolidasi dan sinergi menghadapi kondisi ekonomi global dan nasional.

Peserta raker terdiri dari 450 orang dan telah dimulai dalam Pra Raker sejak tanggal 2-3 Maret 220 di Hotel Borobudur, dengan tujuan membangun konsolidasi dan sinergi menghadapi kondisi ekonomi global dan nasional.

Beberapa menteri dan pimpinan lembaga juga telah diundang dalam Raker untuk memperkaya wawasan dan mengembangkan sinergitas antara semua pemangku kepentingan agar pembangunan perdagangan nasional ke depan dilakukan secara integratif dan holistik.

Disampaikan juga pencapaian kinerja kementerian perdagangan dalam periode 2014-2019 yang ditayangkan dalam sebuah video.

Fokus dari Kemendah pada periode 2014-2019 di tengah ketidak-pastian kondisi ekonomi global dan ketatnya persaingan dagang antar negara adalah menyelesaikan mandat Presiden Jokowi yaitu  menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok, menjaga neraca perdagangan dan revitalisasi pasar rakyat.

Selama 5 tahun kementerian perdagangan  telah menjaga stabilitas harga  dan pasokan barang kebutuhan pokok terutama dalam menghadapi hari besar keagamaan nasional. Pencapaiannya adalah telah menjaga angka inflasi bahan makanan di bawah 5%, yaitu terjaga dengan rata-rata sebesar 3,91%.

Kemendag juga terus berkomitmen menstabilkan harga dan pasokan barang kebutuhan pokok terutama menjelang hari raya besar keagamaan nasional,

Melalui  upaya strategis yang dilakukan Kemendag dalam menjaga pasar utama dan membuka akses pasar ke negara-negara potensial maka pada tahun  2015-2019 pertumbuhan rata-rata ekspor non migas Indonesia meningkat dan  mencapai 5,4 % dengan tujuan menjaga neraca perdagangan Indonesia. Telah diselesaikan lebih dari  20 perjanjian perdagangan internasional di tingkat bilateral, regional serta multilateral.

Strategi penguatan ekspor juga dilakukan melalui Trade Expo Indonesia, Pameran Dagang Internasional serta Misi Dagang.  Di waktu mendatang, perjanjian-perjanjian perdagangan internasional akan terus dilakukan. Penguatan  misi dagang ke beberapa pasar tujuan ekspor terus dikejar dan pada tahun 2020 misi ini menargetkan 11 negara.

Dalam hal birokrasi dan regulasi, maka  pada tahun 2015 Kemendag telah mederegulasi dan debirokratisasi 9 peraturan menteri perdagangan  terkait ekspor dan impor untuk memudahkan ekspor dan meningkatkan transparansi.

Pada tahun 2019 Kemendag memperoleh penghargaan Sinovik untuk Inovasi Fasilitas sertikasi surat keterangan asal secara elektronik guna menguatkan digitalisasi dan inovasi perijinan.

Selain itu, Kemendag juga telah berhasil menyelesaikan hambatan perdagangan Indonesia di pasar dunia, antara lain pembatalan rencana pelarangan produk sawit di Pakistan dan pengenaan safe guards  atas baja Indonesia di Kanada dan Uni Eropa.

Kemendag bersama pemerintah daerah juga membangun Sistem Resi Gudang sebagai instrumen tunda jual bagi petani untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong ekspor komoditi.

Dalam merevitasisasi Pasar Rakyat Kemendag telah mampu menekan inflasi dan meningkatkan pendapatan pedagang. Sebanyak 5,189 pasar rakyat telah direvitalisasi dalam kurun waktu 5 tahun. Selain itu Kemendag juga  melakukan pembinaan pasar higienis , bersih serta tertib. Revitalisasi pasar meningkatkan omzet penjualan hingga di atas 20%. Hal yang sangat menggembirakan para pedagang.

Semua pencapaian ini menjadi modal modal utama menghadapi ketatnya perdagangan global.

Selain itu Mendag Agus Suparmanto dan para pemimpin negara Regional Comprehensive Economic Partnership telah sepakat  menyelesaikan perundingan RCEP di Bangkok, 4 November tahun lalu.

Sebuah deklarasi bersama penyelesaian  perundingan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia dan Korea Selatan telah ditanda-tangani Mendag Indonesia dan Mendag Korea Selatan  pada tanggal 25 November 2019.

Tidak hanya itu, pemerintah dan DPR juga mengesahkan RUU tentang persetujuan kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Australia pada 6 Februari 2020.

Tahun ini Indonesian Pavilion akan hadir dalam Dubai Expo 2020  dari 20 Oktober 2020 – 10 April 2021 dengan mengangkat tema Transforming Future Civilization Through Innovation and Diversity.

Dalam melindungi pasar dalam negeri pemerintah juga telah mengeluarkan peraturan pemerintah no 80 tahun 2019 tentang perdagangan melalui sistem elektronik.

Selain itu Mendag juga telah melakukan pemusnahan  barang hasil pengawasan produk impor di luar kawasan pabean dan terus melakukan pengawasan barang beredar dalam upaya melindungi konsumen Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here