Saat Keadaan Global Tidak Menentu, Tidak Boleh Reaktif Harus Tenang

0
311
Menko Marves menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (9/3). (Foto: Humas Sekretariat Kabinet)

Merespon kepada keadaan global yang sangat tidak menentu maka diharapkan untuk jangan reaktif tetapi harus tenang. Itulah yang disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut B. Pandjaitan  usai mengikuti Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (9/3)

Ia menyatakan bahwa sudah  berbicara juga dengan beberapa teman di luar negeri dimana mereka juga masih melihat kondisi ketidakpastian ini. Ia menyetujui jika perlu kehati-hatian menghadapinya. Ia menambahkan bahwa mereka mengapresiasi Indonesia dalam penangangan Virus Korona ini yang dinilai cukup bagus, tidak ada kepanikan dan semua masih tenang,

Berbicara mengenai ekonomi, Menko Luhut mengatakan bahwa  semua negara terkena dampaknya. Bagaimanapun ia mengingatkan bahwa  ternyata Hyundai masih dijadwalkan akan groundbreaking April awal. Ia melanjutkan bahwa Presiden setuju untuk dilakukan groundbreaking. Ia berharap LG juga ikut untuk lithium baterai. Selain itu di Morowali masih groundbreaking untuk 1,5 miliar dolar dan berlanjut hampir 3 miliar dolar, hingga hampir 4,5 miliar dolar.

Sedangkan berbicara mengenai realisasi investasi, Luhut menyampaikan masih lebih baik dari yang diduga jika mendengar paparan dari Kepala BKPM. Mengenai stimulus fiskal, Menko Luhut juga menyampaikan bahwa perhitungannya  harus hati-hati karena penerimaan pajak juga turun. Begitu juga  akibat dari insentif, jangan sampai pincang.

Terkait stok bahan baku, Menko Marves menyampaikan bahwa saat ini industri di Tiongkok sudah mulai bekerja dan berharap nanti pada akhir bulan Maret akan full speed. Saat ini di Tiongkok sudah ada penurunan yang drastis dampak dari adanya Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here