Berikan Perhatian Penuh Pada Sektor Pertanian, Sumber Pembangunan Ekonomi Indonesia

0
403
Pembukaan The 2nd Asian Agriculture and Food Forum diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara hari ini, 12/03/2020 (Foto: Humas Setneg RI)

(Vibizmedia – Nasional) Pembukaan The 2nd Asian Agriculture and Food Forum diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara hari ini, 12/03/2020.

Sektor pertanian  mampu memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan ekonomi, baik dalam kontribusi ekspornya maupun kontribusi meningkatkan pendapatan masyarakat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, Kamis (12/3) meresmikan Pembukaan The 2nd Asian Agriculture and Food Forum (ASAAF) Tahun 2020, Kamis (12/3), di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta.

Jokowi mengingatkan bahwa sektor pertanian memberikan kontribusi besar bagi pembangunan ekonomi Indonesia,  baik dalam kontribusi ekspor maupun kontribusi meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa sektor pertanian  memiliki kontribusi dalam penyediaan pangan functional food yang sangat penting bagi sebuah bangsa. Karena dari pangan lah dapat mendorong tingkat kesehatan yang lebih baik, sehingga mampu meningkatkan produktivitas bangsa dan negara.

Itulah sebabnya ia menegaskan bahwa  pekerjaan yang berkaitan dengan pangan dan pertanian itu benar-benr harus dilihat dari hulu sampai ke hilir, tidak bisa hanya melihat hulunya atau hilirnya saja.

Presiden juga melanjutkan  bahwa sebenarnya negara Indonesia masih memiliki lahan yang sangat luas yang bisa digunakan membuka lahan-lahan baru bagi pertanian. Salah satu contoh yang disebut Jokowi adalah Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Dulu pernah dipakai menyiapkan sejuta lahan gambut. Dan saat Jokowi melihat di lapangan, dia menemukan barangnya cukup bagus tetapi tidak disertai persiapan infrastuktur, irigasi maupun bibitnya. Karena lahan gambut berbeda dengan lahan biasa.  Di sinilah seharusnya  fungsi-fungsi HKTI adalah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan seperti ini.

Presiden telah mendengar bahwa pada percobaan yang pertama dari 1 hektar memperoleh  1,5 ton padi, meski lumayan tumbuh, tapi merugi.  Seharusnya jangan berhenti tatapi terus dicoba berulang-ulang sampai memperoleh hasil yang lebih baik.

Untuk itu  Presiden arahkan agar semestinya segera dibuat dalam skala yang lebih besar dan yang bergerak semestinya korporasi dari petani-petani untuk membuat sebuah perusahaan dan menggerakkan dalam jumlah  hektare yang banyak, sehingga lahan itu menjadi produktif.

Menurut Presiden, ada kurang lebih 1 juta lebih, tetapi jika dilihat yang memungkinkan dan feasible itu kurang lebih maksimum 300-an ribu hektar di Pulang Pisau. Menurut Jokowi jika yang  300.000 itu dikerjakan sepenuhnya dengan cara-cara teknologi, cara-cara modern pertanian, juga dengan bibit-bibit yang baik, lalu dikalikan dengan  hitungan  4,5 x  300.000 hektare maka akan ada tambahan banyak setiap kali panen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here