Resmi Dinyatakan Pandemik: Tiap Negara Perlu Membuktikan Mampu Menghentikan Covid-19

0
376
Ilustrasi negara-negara di dunia (Foto: Joshua Chua/Unsplash)

(Vibizmedia – Nasional) Sebelumnya  WHO tidak mau dengan gegabah menyebut bahwa virus Corona ini pandemik. Tetapi  dengan melihat perkembangan yang begitu cepat di luar wilayah Cina, dengan angka orang yang terinfeksi bertambah 13 kali lipat,  demikian juga negara yang terkena bertambah 3 kali lebih banyak, maka WHO resmi menyatakan bahwa COVID-19 adalah pandemik, sebagaimana diumumkan oleh Direktur Jenderal  Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa kemarin, 11/03/20.

Suatu wabah (outbreak) dinyatakan menjadi pandemik setelah epidemik (penyebaran penyakit menular dimana orang terinfeksi dalam waktu bersamaan) meluas secara geografis hingga ke seluruh dunia.

Sejak virus flu burung H1N1 pada tahun 2009 baru pertama kali inilah suatu wabah dinyatakan pandemik oleh WHO. Sejak terjadinya wabah corona virus ini di Cina setiap negara telah diingatkan setiap hari untuk waspada dan menanggapi sebagai suatu urgensi untuk  mengambil tindakan menghentikannya.

Saat ini ada 8 negara, termasuk AS yang melaporkan kasus terinfeksi lebih dari 1,000 orang, dan saat ini telah menginfeksi lebih dari 120,000 orang di seluruh dunia.

Dalam pernyataannya Tedros mengatakan bahwa pada hari-hari dan minggu-minggu mendatang jumlah kasus terinfeksi, maupun yang meninggal dan jumlah negara terkena akan bertambah.

Melalui assessment yang dilakukan WHO maka COVID-19 dapat dikategorikan sebagai pandemik. Namun dimasukkan dalam kategori yang berbeda dari wabah-wabah mematikan lainnya, termasuk wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo, wabah virus Zika di tahun 2016 dan wabah Ebola di Afrika Barat pada tahun 2014. Ketiganya dinyatakan darurat internasional. Tapi sejak bulan Januari saat wabah berlangsung,  WHO telah mendeklarasikan sebagai darurat kesehatan global .

Pada pandemik yang lalu, virus influenza H1N1 telah mematikan lebih dari 18,000 orang di hampir lebih dari 214 negara dan teritorial, menurut WHO. Dalam tahun-tahun terakhir ini, perkiraannya lebih tinggi lagi.

Namun diingatkan agar masyarakat jangan menjadi takut dan perjuangan melawan virus ini belum selesai.

Di Italia, jumlah meninggal karena COVID-19 sudah mencapai 827 dan yang terinfeksi aat ini mencapai 12, 462. Jumlah ini akan terus meningkat. Sedangkan di Iran jumlah terinfeksi  sudah 9,000 kasus dan lebih dari 7,800 kasus terinfeksi di Korea Selatan. Angka kematian kebanyakan pada usia lanjut atau mereka yang memiliki sakit penyakit lainnya.

Tapi ia menegaskan bahwa semua negara masih dapat mengubah arah pandemik ini. Sekarang terserah kepada tiap-tiap negara untuk membuktikan kemampuannya menghentikan penyakit ini.

Tantangan dari berbagai negara saat ini adalah bagaimana jika berurusan dengan kluster-kluster yang besar atau penularan komunitas . Bukan bicara menganai apakah mereka dapat melakukan hal yang sama tapi apakah mau melakukannya.

Semua harus melakukan hal-hal yang tepat dengan tenang untuk melindungi semua penduduk di negaranya dan di seluruh dunia.

Bagaimana Dengan Indonesia?

Juru Bicara Penanganan Corona Achmad Yurianto kemarin menjelaskan bahwa tidak dilakukan status darurat di Indonesia karena sesuai dengan Undang-Undang maka ini situasi ini disebut dengan bencana, yang dikategorikan ada bencana alam, non alam dan sosial.

Non alam yang disebutkan di dalamnya adalah termasuk wabah. Untuk itu pemerintah telah melakukan respon dan reaksi, artinya pemerintah telah melakukan tanggap darurat dan melakukan reaksi dalam bentuk tracing, dengan mengejar dan mencari.

Ia akui tidak mudah melakukan tracing, terlebih karena sering kali pasien yang positif terinfeksi mengalami kesulitan untuk mengingat secara rinci dalam 14 hari terakhir telah  bertemu dengan siapa dan di mana.

Saat ini yang paling penting untuk dilakukan menurut Yurianto adalah memberdayakan masyarakat di sekitarnya dan mengedukasi semaksimal mungkin agar masyarakat tetap dapat merespon dengan sikap hati-hati tetapi tidak panik.  Kewaspadaan yang berkali-kali disampaikan adalah kewaspadaan komunitas. Komunitas diajak bekerja sama mewaspadai pemasalahan ini.

Bangsa kita harus  membuktikan bahwa kita mampu menghentikan wabah COVID-19 ini secara bersama-sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here