Listrik Sulutgo Ditopang PLTS Terbesar di Indonesia Dengan 15MW Per hari

0
551
Ilustrasi Panel Surya. FOTO: KEMENTERIAN ESDM

(Vibizmedia – Nasional) Melalui Vena Energy, sejak 5 September 2019 telah berfungsi sumber energi listrik baru, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Likupang  yang terdiri dari 64.620 panel surya terhampar di atas ladang seluas 29 hektar di Desa Wineru, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.

Arisudono Soerono,  Country Head Vena Energy menjelaskan bahwa dengan jumlah kapasitas yang terpasang di PLTS Likupang maka merupakan yang terbesar di Indonesia, dimana rata-rata setiap harinya mampu menyalurkan listriknya mencapai 15 MW. Walaupun sebenarnya kapasitas yang terpasang mencapai 21 Mega Watt Peak (MWp).

Jam operasi PLTS ini selama 12 jam yaitu dari jam 05.30 pagi hingga matahari terik dan menghasilkan 15 MW. Di luar jam tersebut bisa menurun. Dan jikalau kondisi hujan bisa masuk  3 MW.  Pengoperasian berlangsung sampai jam 17.30. Demikian keterangan dari Ari.

PLTS terbesar di Indonesia ini menjadi  penopang sistem kelistrikan jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sulutgo (Sulawesi Utara-Gorontalo) sebesar 15 MWp. Selain itu, akan dibangun juga PLTS Terapung di Cirata

Ari juga menambahkan bahwa sistem produksi listrik PLTS Likupang langsung terhubung secara online dengan jaringan listrik milik PLN. Sehingga setiap kWh yang diproduksi langsung dikirim ke PLN secara online tanpa (storage) baterai. Ia bahkan memastikan bahwa sekalipun listrik tidak  dihasilkan sepanjang hari, dari sisi harga jauh di bawah harga listrik yang menggunakan BBM atau Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

PLTS Likupang dibangun sejak Power Purchase Agreement (PPA) pada akhir tahun 2017 dalam jangka waktu sekitar 1,5 tahun dan total biaya investasi mencapai USD29,2 juta. PLTS ini memiliki 120 arry box, 24 set inverter dan 6 PV box.

“Kontrak jual beli listrik berlangsung selama 20 tahun dengan skema Built, Own, Operate, Transfer (BOOT),” jelas Ari. Ia menceritakan bahwa selama puncak kegiatan konstruksi, pembangungan PLTS ini mampu menyerap hingga 900 pekerja lokal. Sementara, saat beroperasi, 80% pekerjanya merupakan masyarakat sekitar. Selama beroperasi, pembangkit ini mampu menyalurkan listrik kepada hingga 15.000 rumah tangga serta mengurangi efek gas rumah kaca hingga 20,01 kilo ton.

Sebagai informasi, Vena Energy adalah perusahaan produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) yang spesialisasinya pengembangan pembangkit listrik surya serta angin. Perusahaan ini juga sebagai produsen listrik swasta untuk pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Tolo di Jeneponto yang berkapasitas 72 MW serta 3 PLTS di Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan kapasitas masing-masing 7 MWp.

Peluang ekspansi keberhasilan mengoperasikan PLTS Likupang mendorong Vena Energy melakukan ekspansi pada sejumlah proyeknya di Indonesia sambil menunggu keputusan PLN. Karena tergantung kepada kesiapan dan kesediaan PLN dan harus mengikuti Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Vena Energy juga  diundang PLN untuk mengikuti tender PLTS di 3 lokasi di Pulau Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur)  dan telah memasuki Request for Proposal (RFP) dengan kapasitas 150 MWp.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi pengembangan PLTS mencapai 207,8 GWp dengan realisasi mencapai 0,15 GWp. Khusus untuk wilayah Sulawesi Utara potensi tenaga surya yang ada mencapai 2,1 GWp.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here