Target 28 Maret Selesai, Pembangunan Fasilitas Pengendalian Infeksi Penyakit Menular di Pulau Galang

0
232
Proses pembangunan Fasilitas pengendalian infeksi penyakit menular di Pulau Galang. (Foto Kementerian PUPR)

(Vibizmedia – Nasional) Pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, khususnya COVID-19 (Corona) di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau terus dikejar untuk diselesaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sejak tanggal 8 Maret lalu konstruksi bangunan telah dikerjakan dan diharapkan selesai tepat waktu pada 28 Maret 2020.

Target Penyelesaian 2-3 Minggu Untuk Fasilitas Lengkap

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa Presiden memberikan target penyelesaian selama 2-3 minggu dan siap dimanfaatkan. Ia menambahkan bahwa tidak hanya mengerjakan bangunan untuk observasi atau penampungan dan karantina (termasuk isolasi), tetapi juga membangun fasilitas pendukungnya seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan yang lainnya.

Lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang ini.  Sedangkan pengerjaannya dibagi menjadi 3 Zonasi, yakni Zona A (Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, asrama dokter dan perawat, gedung sterilisasi, laundry, gedung gizi, gudang dan power house.

Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas.

Total kapasitas tampung pasien yang dibangun sebanyak 1.000 tempat tidur. Pada tahap awal akan dibangun 2 gedung bertingkat 2 berada di Zona B yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) berjumlah 400 tempat tidur, terdiri dari ruang observasi sebanyak 350 tempat tidur dan ruang isolasi sebanyak 30 tempat tidur untuk Intensive Care Unit (ICU) dan 20 tempat tidur untuk Non ICU.

Terakhir Zona C peruntukannya untuk tahap berikutnya (menyesuaikan kebutuhan) dengan memanfaatkan cadangan lahan.

Pengerjaan Konstruksi Terus Dilakukan

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga mengatakan pekerjaan konstruksi terus dilakukan di lapangan.

Pengiriman material modul panel (beton precast) telah dilakukan sejak tanggal 12/3/2020 dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju Pelabuhan Sijantung Karyapura di Pulau Galang yang berjarak 1,6 km dari lokasi pembangunan. Pengiriman juga dilakukan menggunakan Pesawat Hercules dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Bandara Hang Nadim di Kota Batam yang berjarak 60 km. Danis menyampaikan bahwa sebanyak 120 modul telah dikirim ke Pulau Galang, sementara Pelabuhan Sijantung Karyapura  akan dimanfaatkan untuk lokasi bongkar muat modular panel.

Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kepulauan Riau Ditjen Cipta Karya juga mengambil bagian dengan melakukan pekerjaan land clearing dan pematangan lahan, pembongkaran bangunan existing bekas Rumah Sakit pada Zona A, perataan lantai kerja di Zona B, dan pekerjaan pembangunan helipad.

Danis menambahkan bahwa sejak hari Minggu, 8/3/2020, sudah dimulai membersihkan tempat eks pengungsi Vietnam ini. Struktur yang masih bagus akan dimanfaatkan untuk rehab, sementara yang rusak seperti plafon, dinding, atap, akan diganti.

Pemasangan pipa transmisi sepanjang 16,2 km dan pipa distribusi di dalam kawasan untuk sepanjang 6,7 km dari Waduk Monggak Rempang juga telah dikerjakan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatra IV Ditjen SDA .

Fasilitas Penyediaan Air

Selain itu juga dilakukan pengerukan dan perluasan kapasitas embung yang berada di Pulau Galang untuk mendukung penyediaan air baku fasilitas observasi dan isolasi di Pulau Galang.

Kementerian PUPR menyiapkan 4 alternatif tampungan air yakni Waduk Monggak Rempang dengan debit 232 liter/detik berjarak 16 km, Embung Camp Vietnam (0,11 liter/detik) berjarak 1,6 km, Embung Setotok (1,5 liter/detik) berjarak 35 km, dan Waduk Sei Gong (400 liter/detik) berjarak 4,1 km, namun Waduk Sei Gong kondisi airnya masih payau. Untuk prioritas akan memanfaatkan Waduk Monggak Rempang dengan volume tampung 5,1 juta m3 dengan luas genangan 154, 6 hektar dan embung Pulau Galang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here