Lakukan Tracking Secara Masif, Terintegrasi, Tanpa Panik

0
442
Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Korona (Covid-19), yang sekaligus Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Achmad Yurianto (Foto: Maruli Sinambela/Vibizmedia)

(Vibizmedia – Nasional)  Setelah diumumkan dibentuknya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19, maka ada strategi yang diubah yang menjadi titik berat dalam percepatan penanganan. Inilah yang disampaikan oleh  Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Korona (Covid-19), yang sekaligus Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Achmad Yurianto hari ini di Kantor BNPB, 14/3/2020,

“Strategi yang dilakukan adalah pendekatan komunitas, tetapi tidak lagi berbicara kepada  orang yang sakit tapi kepada  orang yang sehat jangan sampai  sakit, “ pungkasnya.

Oleh karana itu percepatan penanganan COVID-19 ditujukan  untuk menjaga yang sehat jangan sampai sakit dan bukan diartikan mencari orang sakit untuk diobati, demikian jelasnya. Ia melanjutkan bahwa strategi menjaga orang sehat jangan sampai sakit  harus diawali dengan memutus penularan.

Gerakan Tracking Secara Masif dan Terintegrasi, Tanpa Panik

Penyakit ini menular dari  orang yang sudah positif maka harus dilakukan kegiatan secara masif dan terintegrasi untuk  menggerakkan  semua komponen yang ada di masyarakat tanpa panik untuk mencari, menemukan dan mengisolasi kasus positif, awalnya tentu dari dari informasi tracking.

Ia mengatakan bahwa setiap kasus positif yang dirawat di RS biasanya  ditindak lanjuti dengan 2 pertanyaan sederhana, yaitu  ketularan siapa dan menulari siapa. Bisa saja tidak bisa menunjuk ketularan siapa tapi menyatakan bahwa dia baru pulang dari negara yang endemi. Untuk itu akan ditanya bahwa selama di Indonesia sudah ketemu siapa saja. Maka dari kelompok ini akan dikejar hingga dapat  dipastikan bahwa orang yang  tertular bisa diamankan.

“Itu sebabnya  percepatan penanganan ini sangat tergantung dari keberhasilan melakukan tracking,” tegasnya.

Kekuatan Terbesar: Sinergitas 

Ia melanjutkan bahwa telah dilakukan pemetaan tracking yang memiliki potensi sebaran ke semua wilayah di tanah air.  Sehingga tidak mungkin lagi melakukan tracking dengan pendekatan yang biasa dilakukan. Untuk itulah gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 ini perlu dibentuk agar terjadi sinergitas antara pusat dan daerah, dalam satu irama dan satu visi yang sama, sehingga  tidak overlapping kapasitas yang menimbulkan tidak efisien dan tidak efektif.

Ia menjelaskan bahwa Kepala BPNP mendapat mandat untuk memimpin  gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 dimana  hal ini berbicara mengenai pemerintah,  mulai dari tataran pusat sampai daerah,  sampai yang terkecil di tingkat masyarakat. Dan inilah yang menjadi kekuatan terbesar kita. Kalau tidak melakukan pola pendekatan seperti ini maka tidak akan mampu mengendalikan penyakit ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here