Jubir Covid-19: Positif Corona Ada Yang Perlu Dirawat di RS, Ada Yang Cukup Isolasi Mandiri

0
420
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona, dr. Achmad Yurianto, memberikan pernyataan pers hari ini 13/3/2020 (Foto: Maruli Sinambela/Vibizmedia)

(Vibizmedia – Nasional) Dalam konferensi pers sore ini, 16/3/2020, juru bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto kembali merincikan pentingnya mengendalikan penularan Covid-19.

Menurut Yuri, kuncinya hanya satu, yaitu segera menemukan kasus positif di masyarakat, lalu melakukan isolasi agar tidak menjadi sumber penularan di tengah masyarakat. Inilah yang selama ini dilakukan dalam bentuk kegiatan tracing atau penelusuran kasus.

Dari kasus yang dirawat di RS maka akan ditelusuri alamatnya dan ditelusuri apa aktivitasnya dalam 14 hari terakhir sebelum masuk ke RS. Sehingga  akan bisa mencari kemungkinan kontak baru yang akan dilakukan pemeriksaan. Kalau diyakini bahwa kontak ini kontak dekat dan disertai adanya gejala,  maka akan dilakukan pemeriksaan SWAP. Jika hasilnya  positif maka akan dilakukan isolasi. Sebaliknya kalau hasilnya negatif akan diberikan advis untuk melakukan karantina diri secara mandiri, diikuti dengan melakukan monitoring secara mandiri agar bisa diikuti perkembangannya

Ia melanjutkan bahwa semakin gencar dan masif dilakukan tracing akan ditemukan semakin banyak kasus positif dan meningkat. Sekali lagi dijelaskan bahwa tidak berarti kasus positif harus diisolasi di Rumah Sakit.  Ada beberapa kasus positif tanpa gejala dan akan dilakukan karantina atau isolasi di rumah secara mandiri. Ia menambahan bahkan pedoman melakukan isolasi karantina diri sudah dibuat Kementeriah Kesehatan dan dapat diunggah di website Kemenkes.

Jangan Panik, Temui Dokter Terlebih Dulu

Salah satu yang perlu dilakukan adalah tidak panik dan serba terburu-buru. Pertama-tama lakukan dulu self monitor terhadap keluhan yang ada, baru setelah itu dijadwalkan untuk berangkat ke RS. Pastikan jangan berdesak-desakan. Setiba di RS juga bukan langsung minta dilakukan pemeriksaan Swab (mengambil sampel lendir dari bagian belakang hidung, tempat virus Corona menempel).

Temui dokter untuk konsultasi terlebih dahulu. Dokter akan memeriksa dan memutuskan perlu tidaknya pemeriksaan swab.  Dokter akan menanyakan kontak dengan siapa, sebagai bagian dari tracing. Saat diperiksa, mungkin saja bukan hanya swab yang diperlukan, tapi diambil sedikit darah untuk pemeriksaan swab, atau diminta melakukan rontgen paru-paru.

“Jadi bukan (pemeriksaan) swab menjadi satu-satunya jalan. Bisa saja pada saat pemeriksaan, dokter menyatakan ini perlu self isolated dan tidak perlu dirawat lalu dipersilahkan melakukan isolasi diri sendiri. Semuanya sesuai dengan assessment yang dilakukan dokter berdasarkan pemeriksaan,” pungkasnya.

“Harap hal ini dipahami betul, tidak mungkin penyelesaian ini dengan sebuah kepanikan,” tandasnya.

Semua Akan Dilayani

dr. Yuri menyatakan bahwa mugkin ada banyak yang perlu pemeriksaan. Ia memastikan pasti akan dilayani. Bagi yang belum sempat dilayani, bisa dijadwalkan untuk pelayanan berikutnya. Untuk DKI Jakarta sendiri ada 8 RS yang menjadi rujukan, bisa dipilih sesuai dengan yang terdekat dengan tempat tinggal masing-masing. Adapun RS tersebut adalah:  RSPI Sulianti Saroso, RS Persahabatan, RSUD Pasar Minggu, RS Fatmawati, RS Polri Kramat Jati, RS Mintoharjo, RSUD Cengkareng/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here