Ketua Gugus Tugas Covid-19: Mari Berkontribusi, Jangan Lagi Pertentangkan Kebijakan Pemerintah

0
487
Kepala BNPB menyampaikan keterangan beberapa waktu lalu (Foto: Humas BNPB)

(Vibizmedia – Nasional) Dalam konferensi pers melalui video yang diberikan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen (TNI) Doni Monardo  hari Kamis (19/3/2020),  ia terus menyuarakan ajakan agar semua pihak ikut bersama-sama menghadapi wabah virus corona ini. Pernyataannya  disampaikan setelah mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo secara daring.

Semua Pihak Dapat Terpapar Virus Corona Covid-19

Ketua BNPB ini menyatakan bahwa arahan Presiden  yang menjadi prioritas pemerintah sebenarnya adalah berusaha sekuatnya menjaga masyarakat yang masih  sehat jangan menjadi sakit. Sebaliknya masyarakat yang kurang sehat atau sakit diupayakan untuk kembali sembuh dan sehat.

Doni juga mengingatkan bahwa Virus Corona tidak mengenal suku, ras, agama, pangkat, maupun status sosial. Semua pihak, cepat atau lambat, akan bisa terpapar. Untuk itulah penting sekali semua pihak ada dalam kebersamaan menghadapi wabah ini.

Salah satu penghargaan yang dia sampaikan adalah inisiatif beberapa pengusaha yang menyatakan kesediaannya memberikan hotel-hotel yang mereka miliki untuk dipakai menampung mereka yang perlu melakukan isolasi mandiri.

Doni juga berharap agar masyarakat juga ikut aktif berkontribusi membantu menghentikan penyebaran virus Covid-19. Selain itu, ia mengharapkan  para tokoh  masyarakat dan pemuka agama sementara menghindarkan segala aktivitas yang sifatnya mengumpulkan massa.

Jangan Buang Energi Berdebat  Pertentangkan Kebijakan Pemerintah

Salah satu pesan yang Doni suarakan dalam konferensi pers hari ini adalah bahwa sangat perlu untuk melakukan kolaborasi pentahelix, yaitu suatu kerja sama dimana semua pihak harus memberikan kontribusi untuk bersama-sama menghadapi ancaman virus Covid-19.

Ia juga sempat menyinggung kalangan pers agar berhenti mempertentangkan kebijakan yang diambil pemerintah.

“Jangan kita buang-buang energi dengan terus berdebat, mari kita bersama-sama menyelamatkan seluruh masyarakat,” tegas Doni.

Ia tidak berhenti menghimbau agar semua pihak menghentikan berbagai macam perdebatan tentang penanganan virus korona. Menurut Doni tidak ada gunanya  berdebat soal teori, lebih baik melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar paham bagaimana menghindari virus corona

“Berbagai macam teori tidak akan bisa menyelesaikan masalah sepanjang masyarakat tidak paham tentang bahaya virus ini dan bagaimana menghindarinya. Oleh karena itu tidak perlu kita buang-buang energi lagi, kita kerjakan yang prioritas bisa kita kerjakan,” kata Doni.

Daya Gunakan RT, Libatkan Semua Perangkat

Salah satu kendala adalah masyarakat kurang menyadari bahwa potensi ancaman virus Corona ada di sekitar mereka dan tidak terlihat. Virus ini bisa membahayakan dan perlu ditangani secara serius.

Khususnya untuk DKI Jakarta, Doni meminta Gubernur menggunakan semua perangkat untuk mengedukasi dan melakukan sosialisasi ke seluruh masyarakat. Edukasi penting dilakukan mengenai   hal-hal seperti jangan berjabat tangan, jangan bersentuhan, sering mencuci tangan dengan sabun, hindari kerumunan, dan gunakan masker apabila sakit.

Ia menyebutkan kelebihan Indonesia adalah di dunia ini tidak ada yang mempunyai perangkat sampai ke tingkat RT, itu sebabnya RT harus didaya gunakan untuk bisa memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar benar-benar mengerti bagaimana harus bersikap menghadapi wabah Corona ini. Bahkan perlu melibatkan Pangdam, Kapolda dan semua perangkat yang ada untuk melakukan langkah bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here