Wapres: Pemerintah Terus Percepat Penanganan Covid-19

0
361
Wakil Presiden, H. Ma'ruf Amin, saat memberikan keterangan pers secara daring terkait kecepatan pemerintah menangani Covid-19 (Foto: Humas Setwapres)

(Vibizmedia – Nasional) Saat menerima laporan dari Komandan Satgas Penanganan Virus Corona Letjen. TNI Doni Monardo melalui media komunikasi Skype, Rabu (18/3/2020), Wakil Presiden  (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin di kediamannya di Jl. Diponegoro, Jakarta, menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya yang cepat menanggulangi wabah Covid-19.

Wapres menyatakan bahwa pemerintah sejak awal sudah pro aktif menangani penyebaran Covid-19 sejak mulai WNI yang berada di Wuhan dipulangkan,  kemudian dilakukan observasi dan isolasi, hingga mereka yang di Jepang.

Menambah Fasilitas Rumah Sakit dan Siapkan Wisma Atlet

Pemerintah saat ini juga bergerak cepat menambah fasilitas Rumah Sakit (RS) seiring dengan melonjaknya penderita Covid-19. Bukan hanya 132 RS tetapi juga RS Swasta, RS BUMN, RS TNI/Polri.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah juga sudah menyiapkan Wisma Atlet di Kemayoran sebagai cadangan tempat perawatan dan  isolasi, serta alternatif apabila seluruh rumah sakit penuh. Sementara ini sedang disiapkan untuk 1.800 tempat tidur.

Penyediaan Alat Kesehatan

Sementara mengenai perlengkapan alat kesehatan seperti masker, pemerintah juga telah mengambil langkah cepat dengan  memperbanyak produk dalam negeri  selain  sudah melakukan langkah mengimpor secepatnya dan sekarang dalam proses kedatangan.

Stimulan Diberikan

Wapres juga menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan upaya stimulan-stimulan yang diberikan perusahaan kepada masyarakat miskin dan memerlukan. Hal ini termasuk masalah BPJS dan sudah diantisipasi untuk pelayanan kesehatannya.

Peran Satgas Koordinasi Semua Komunitas dan Pemerintah Daerah Secara Intensif

Sedangkan untuk penanganan koronanya sendiri telah dibentuk Satgas baik di pusat maupun di provinsi-provinsi.  Untuk itu penanganannya akan lebih intensif dan koordinasinya akan lebih ketat. Dari aparat kita sampai ke kelurahan itu akan terus diintensifkan.  Ia mengungkapkan bahwa peran Lurah itulah yang paling penting karena berada di masing-masing kelurahan.

Saat ini penanganan Corona ini sudah berjalan dengan Gubernur DKI, juga dengan Jawa Timur,  Jawa Barat dan Jawa Tengah karena memang ini daerah-daerah yang dianggap berpotensi nomor satu.

Sedangkan mengenai  banyaknya masyarakat yang masih tidak mengindahkan melakukan social distancing, Wapres memerintahkan Satgas agar bekerja sama dengan pemerintah daerah dan komunitas-komunitas lain juga memberdayakan kelurahan hingga ke tingkat RW dan RT,  turut berpartisipasi memotong mata rantai penyebaran Virus Corona.

“Indonesia, mempunyai kekhususan, kita ini punya struktur sampai ke bawah, selain walikota, bupati, camat bahkan sampai lurah, bahkan kita punya RT, punya RW dan punya Kamtibmas di bawah. Karena itu, kita ingin mengefektifkan agar upaya penanganan ini dan sosialisasi pemahaman kepada masyarakat ini, dilakukan sampai ke tingkat yang paling bawah,” pesannya.

Ia menekankan kembali bahwa himbauan pemerintah untuk melakukan Social Distancing adalah hal yang penting. Apabila tidak dilakukan secara efektif,  maka  bagi mereka yang diduga atau yang masuk ke dalam daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) akan berpotensi menularkan virus ini kepada banyak orang. Karena itu, efektifitas social distancing menjadi masalah penting.

“Sebab ODP ini sangat berbahaya, sebab dia berpotensi untuk melakukan penularan. Karena itu ODP ini harus dipantau betul supaya tidak melakukan penularan-penularan,” tegas Wapres.

“Oleh karena itu, kita harapkan Pemda memfungsikan Lurah ini, sebab semua itu terjadi berarti di kawasan kelurahan itu, mengefektifkan peran Lurah dan RT/RW,” tambahnya.

Oleh karena itu, ODP diimbau agar tidak menghadiri acara-acara besar dan menghindari keramaian.

Ia terus mengingatkan agar menghindari berdesakan-desakan, baik di kantor maupun di perjalanan. Itu sebabnya ia meminta  pemerintah daerah,  Gubernur khususnya, melakukan koordinasi dan juga mencegah terjadinya antrian antara satu sama lain  atau berdekatan ketika menunggu kendaraan.

Ia mengingatkan ada  hal-hal yang harus dikoordinasikan oleh pemerintah daerah beserta TNI Polri dan semua pihak, termasuk juga komunitas perusahaan dan komunitas lainnya. Ia memandang perlu adanya kerjasama di antara semua pihak untuk bisa menjaga disiplin masyarakat melaksanakan apa namanya menjaga jarak.

Ia juga menyebutkan telah dilakukan kolaborasi penanganan semua pihak  baik TNI , Polri  bahkan saat ini sedang  mengumpulkan tenaga-tenaga ahli,  baik tenaga medis maupun non medis untuk melakukan pembahasan pembahasan secara serius dan intensif terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi.

“Ini sebenarnya sudah dalam kerangka perencanaan strategi nasional,” tegasnya,

Silaturahmi Cukup Manfaatkan Teknologi Komunikasi

Terkait dengan mudik, Wapres menyarankan demi keselamatan diri dan keluarga, maka untuk silaturahmi cukup memanfaatkan teknologi komunikasi yang ada.

“Menurut saya, saat ini mejaga diri itu lebih dianjurkan. Silaturahim itu baik tapi menjaga diri jangan sampai berbuat sesuatu yang merugikan itu lebih baik. Kalau memang harus terpaksa mudik, pastikan bisa menjaga diri dari kemungkinan adanya potensi penularan di sana,” pesannya.

“Ya, tidak hanya lewat teknologi (informasi), bisa lewat media sosial (seperti) Whatsapp, IG, jadi silaturahimnya jarak jauh saja. Itu anjuran saya. (Namun) kalau memang terpaksa pulang, dia harus bisa pastikan aman,” pinta Wapres.

Terkait Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Ramadhan

Pemerintah sudah mengantisipasi kebutuhan pokok terpenuhi di bulan Ramadhan, seperti beras dan gula, serta berbagai kebutuhan lain. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tidak perlu panik.

“Karena seluruh persediaan sudah disiapkan pemerintah, dan itu sudah dirapatkan baik di sidang kabinet dan ratas, itu sudah dikordinasikan dan dipantau penyiapan dan antisipasinya,” pungkas Wapres.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here