Benarkah Sudah Ada Obat untuk COVID-19?

0
398
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait Covid-19 di Istana Merdeka, pada Jumat, 20 Maret 2020. FOTO: BIRO PERS SETPRES

Benarkah Sudah Ada Obat untuk COVID-19?

Pertanyaan ini terus bergulir dari banyak orang kepada para dokter termasuk saya. Hari ini (Jumat, 20/03/20)  Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa telah disiapkan ribuan tablet untuk COVID-19. Berikut adalah informasi mengenai Avigan Tablet dan Chloroquine di bawah ini, semoga dapat menambah wawasan kita.

Avigan Tablet

Avigan Flu Tablet bukanlah obat baru. Avigan sendiri adalah produk dari Fujifilm Group, Toyama Chemical Co., Ltd. Avigan 200mg tablet adalah jenis obat anti-influenza yang dikenal juga dengan nama Favipiravir sejak 2014. Avigan menjadi terkenal karena terbukti mampu melawan wabah Penyakit Virus Ebola (EVD) di Guinea. EVD yang dimulai di Afrika Barat pada tahun 2014 itu telah menjadi suatu penyakit menular yang serius dan merebak lagi di Guinea pada tahun 2016. Pemerintah Jepang saat itu menghibahkan 2000 tablet Avigan untuk mengobati pasien EVD di Guinea. Setelah diujicobakan pada pasien Ebola maka ternyata saat itu Avigan tablet mampu menurunkan angka kematian sebesar 2/3 pada kelompok pasien dengan viral load yang tinggi, pada fase awal pengobatan dari 55 pasien dan tidak ada yang menunjukkan efek samping yang serius.

Avigan Tablet adalah penghambat RNA polimerase virus dengan mekanisme kerja menghalangi replikasi gen virus dalam sel untuk mencegah penyebarannya ke sel lain. Karena mekanisme ini, Avigan Tablet juga digunakan pada orang yang terinfeksi dengan Avian Flu (Flu Burung) and Swine Flu (Flu Babi).

Penelitian efektivitas Avigan untuk COVID-19 telah dimulai pada Februari 2020. Dari hasil uji klinis 200 pasien COVID-19 di Wuhan dan Shenzhen, ditemukan bahwa rata-rata pasien Avigan pulih sekitar dua hari lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan Avigan dan mengalami perbaikan pada paru-paru mereka.

Zhejiang Hisun Pharmaceutical Co Ltd, menandatangani perjanjian lisensi paten dengan Fujifilm untuk obat generik Favipiravir dan memperoleh izin dari otoritas kesehatan Cina untuk melakukan uji efikasi klinis terhadap COVID-19, seperti dilansir oleh Reuters pada saat itu.

Walau masih terus dalam tahap uji coba, diharapkan Avigan dapat efektif mengatasi COVID-19.

Chloroquine

Chloroquine adalah kina. Tidak asing lagi bagi Indonesia yang sudah bertahun-tahun menggunakannya sebagai obat anti-malaria. Penelitian sedang dilakukan untuk menentukan apakah chloroquine dapat digunakan untuk mengobati COVID-19.

Mylan N. V. MYL, adalah sebuah perusahaan farmasi yang mulai memproduksi tablet Hydroxychloroquine Sulfate di Virginia Barat di Amerika Serikat untuk memenuhi permintaan yang diperkirakan meningkat akibat potensi efektivitas produk dalam mengobati COVID-19. Perusahaan juga membuat produk ini di luar Amerika Serikat dalam beberapa minggu mendatang. Perusahaan mengharapkan untuk dapat mulai memasok produk pada pertengahan April dan meningkatkan produksi untuk menyediakan 50 juta tablet untuk berpotensi mengobati total lebih dari 1,5 juta pasien. Kini, BUMN Indonesia pun sedang memproduksi obat ini untuk kebutuhan banyak orang di Indonesia.

Meskipun produk ini saat ini belum disetujui untuk pengobatan COVID-19 oleh FDA (The Food and Drug Administration) di AS, namun didaftarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO sebagai obat yang sedang diselidiki untuk menyembuhkan virus corona.

Walau masih memerlukan waktu untuk mengkaji obat-obat ini kepada lebih banyak pasien, tetap ada harapan untuk obat-obatan ini dapat menolong menurunkan angka kematian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here