Redam Dampak Ekonomi dari Pandemi Covid-19, Presiden Ajak Seluruh Pihak Bersinergi

0
696
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas membahas kebijakan moneter dan fiskal menghadapi dampak ekonomi pandemi global Covid-19 melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 20 Maret 2020. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Untuk mempercepat berlakunya penggunaan rekening rupiah di dalam negeri ditengah gejolak pasar keuangan akibat pandemi global Covid-19, Presiden Joko Widodo meminta Bank Indonesia fokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi.

“Saya minta sinergi kebijakan antara otoritas baik pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Keuangan, dengan Bank Indonesia, OJK, dan LPS terus diperkuat. Pastikan ketersediaan likuiditas dalam negeri, kemudian memantau setiap saat terhadap sistem keuangan, dan mitigasi risiko sekomprehensif mungkin,” ungkap Presiden dalam rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 20 Maret 2020.

Di bidang perbankan, Presiden telah meminta OJK untuk fokus pada kebijakan stimulus ekonomi yang dapat memberikan kemudahan dan keringanan bagi kelompok-kelompok terdampak pandemi global Covid-19, utamanya kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor informal. Kebijakan stimulus tersebut diperlukan agar aktivitas produksi dapat terus berjalan.

“OJK telah mengeluarkan kebijakan stimulus ekonomi bagi debitur, tambahnya, termasuk debitur UMKM, yang terkena dampak dari Covid-19. Saya kira kebijakan restrukturisasi kredit maupun pembiayaan sangat bagus dan saya minta kebijakan stimulus ini juga dievaluasi secara periodik untuk melihat kebutuhan-kebutuhan yang ada di lapangan,” ungkapnya.

Selain itu, Presiden juga meminta agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat lebih diintensifkan dan dieksekusi seluas-luasnya untuk menjaga sekaligus memberdayakan UMKM.

Presiden juga meminta dukungan dari seluruh elemen dunia usaha untuk bergotong royong menghadapi dan menjawab tantangan ekonomi utamanya di tengah pandemi global Covid-19.

“Saya minta dukungan dari seluruh asosiasi usaha, kelompok profesi, serikat pekerja, serikat buruh, serta himpunan nelayan dan petani untuk bersama-sama bergotong royong menghadapi tantangan ekonomi saat ini dan ke depan,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here