Bela Sungkawa Pemerintah atas Gugurnya Tenaga Medis Tangani Covid-19

0
638
Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia – Nasional) Dalam pernyataan persnya hari ini (23/3) di Wisma Atlet saat meninjau kesiapan RS Darurat Covid-19 ini, Presiden Joko Widodo kembali  ucapan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya dokter, perawat dan tenaga medis, yang telah berdedikasi, berjuang sekuat tenaga menangani virus Corona.

“Atas nama pemerintah, negara dan rakyat Indonesia, kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas perjuangan beliau semua, “ ungkap Presiden.

Enam Dokter yang Gugur

Pada  hari Sabtu (22/3), akun Instagram IDI menyiarkan kabar duka cita kepergian enam dokter, yaitu Hadio Ali, Djoko Yudoyoko, Laurentius, Adi Mirsaputra, Ucok Martin, dan Toni D. Silitonga.

Djoko Yudyoko dikenal sebagai dokter spesialis bedah umum di Rumah Sakit Bogor Medical Centre yang meninggal dalam status PDP.  Sedangkan  Adi Mirsaputra adalah dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) di RS Mitra Keluarga Bekasi, yang juga berstatus PDP.

dr. Hadio Ali adalah dokter saraf yang merupakan anggota IDI cabang Jakarta Selatan dan dinyatakan positif corona juga sempat mendapat perawatan di RSUP Persahabatan.

Sementara dr. Ucok Martin adalah dokter spesialis paru-paru di Medan. Sedangkan Laurentius adalah dokter anggota IDI Jakarta Timur.

Insentif Bulanan Untuk Para Tenaga Medis

Presiden juga menambahkan telah dirapatkan dan diputuskan, juga telah dihitung oleh Menteri Keuangan bahwa akan diberikan insentif bulanan kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan, tetapi hanya berlaku untuk daerah yang menyatakan tanggap darurat Covid-19, dengan rincian sebagai berikut: dokter spesialis akan diberikan sebesar 15 juta, dokter umum dan dokter gigi sebesar 10 juta, bidan dan perawat  sebesar 7,5  juta dan santunan kematian sebesar 300 juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here