Jokowi :180 Negara Lebih Antri Berebut Peralatan Medis

0
719
Wisma Atlet siap dijadikan RS COVID-19
Wisma Atlet Kemayoran (Foto: Humas Kementerian PUPR)

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo pagi ini Senin (23/3) mengecek langsung kesiapan Wisma Atlet sebagai RS Darurat Covid-19 yang mulai sore ini sudah bisa digunakan untuk menerima pasien positif Covid -19, khususnya, pasien dengan gejala ringan sampai sedang.

Dengan demikian yang sudah ditetapkan pemerintah sebagai RS Rujukan bisa fokus menangani pasien yang leibih berat, karena ada beberapa kondisi dimana RS sudah tidak mampu atau kewalahan  menangani pasien yang datang, dan dengan adanya Wisma Atlet tentu akan membantu RS rujukan lain.

Dalam kunjungannya Presiden juga menyampaikan siaran persnya bahwa telah mengecek langsung Wisma Atlet yang dijadikan RS Darurat Covid-19. Presiden menyatakan telah mengecek bahwa semua wilayah ruang telah ditata dengan manajemen yang baik, baik untuk pasien, dokter, untuk paramedis semuanya ditempatkan  di ruang berbeda. Presiden juga telah melihat prasarana telah siap, baik ventilator, APD juga siap. Ia  berharap RS Darurat Korona ini  beserta seluruh RS rujukan yang ada bisa melaksanakan penanganan virus Corona ini.

Tower 6 dan 7 dari Wisma Atleh dikhususkan untuk rawat inap pasien positif covid-19 dan sudah siap menampung 3000 pasien. Jumlah tenaga medis yang disiapkan ada 1200 orang dan semua telah dipersiapkan, baik alat kesehatan, pembuangan limbahnya, dan dengan kapasitas 3000 dianggap paling tepat dan diharapkan tidak bertambah.

180 Negara Saat ini  Berebutan Peralatan Medis

Presiden juga membahas mengenai hal terkait masih banyaknya mengenai kelangkaan peralatan medis.

“Sekarang ini 180 negara semuanya berebutan untuk mendapatkan baik masker, sanitizer, semuanya. Dan  negara kita..  Alhamdullilah, pada hari Sabtu kita telah siapkan lagi 105.000 APD, sudah diimpor dan yang pada hari ini akan didistribusikan 45.000 unit  ke provinsi DKI, Bogor,  Banten, 40.000 unit  ke Jateng, Jabar, Jatim dan DIY, 10.000 ke seluruh provinsi di luar Jawa dan 10.000 sebagai cadangan.”

Klorokuin Buatan Indonesia

Sementara itu Presiden juga memberikan pernyataan  berkaitan dengan klorokuin. Bahwa obat ini adalah produksi negara Indonesia, produksi Kimia Farma. Ia menegaskan pertama-tama, bahwa klorokuin ini bukan obat first line tapi obat second line , karena memang Covid-19 ini belum ada obatnya dan anti virusnya. Tapi dari pengalaman beberapa negara klorokuin ini digunakan dan banyak pasien yang sembuh dan membaik.

Presiden menegaskan bahwa obat ini bukan obat bebas dan penggunaanya melalui resep dokter. Sejumlah 3 juta klorokuin sudah disiapkan dan menjadi stock Pemerintah, yang akan disebar langsung ke seluruh Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here