Nadiem Makarim: UN 2020 Dibatalkan demi Keamanan dan Kesehatan Siswa beserta Keluarganya

0
49
Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim (Foto: Humas Kemendikbud)

(Vibizmedia – Nasional) Siang hari ini dari ratas secara video conference yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, mengenai kebijakan UN untuk tahun 2020, maka akhirnya Presiden resmi memutuskan untuk meniadakan UN.

Di dalam keterangan tertulis, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman, Selasa (24/3/2020), menyatakan bahwa keputusan peniadaan UN adalah sebagai bagian dari sistem respons wabah Covid-19 yang salah satunya adalah pengutamaan keselamatan kesehatan rakyat. Karena sistem respons Covid-19 harus menyelamatkan kesehatan rakyat, daya tahan sosial, dan dunia usaha.

Ia menambahkan, peniadaan UN menjadi penerapan kebijakan social distancing (pembatasan sosial) untuk memotong rantai penyebaran virus corona SARS 2 atau Covid-19.

UN ditiadakan untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) atau setingkat madrasah aliyah (MA), sekolah menengah pertama (SMP), atau setingkat madrasah tsanawiyah (MTs), dan sekolah dasar (SD) atau setingkat madrasah ibtidaiyah (MI).

“Kebijakan peniadaan UN perlu diikuti oleh partisipasi aktif warga dalam penerapan perilaku social distancing, yaitu kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah di rumah,” lanjutnya.

Pernyataan Mendikbud Nadiem Makarim 

Mendikbud Nadiem Makarim dalam konferensi pers hari ini (24/3) juga memberikan pengumuman penting terkait UN yang diputuskan untuk ditiadakan pada tahun 2020 ini

Ia menyebutkan bahwa alasan nomor satu ditiadakannya UN  adalah prinsip dasar Kemendikbud bahwa yang terpenting adalah keamanan dan kesehatan siswa-siswa dan keluarga mereka, kakek neneknya.

Kalaupun melaksanakan UN di  dalam tempat-tempat pengujian yang dikumpulkan  tentunya bisa menimbulkan resiko yang sangat besar, bukan saja untuk siswa-siswanya tapi untuk keluarga dan kakek neneknya. Karena jumlahnya begitu besar, ada 8 juta yang tadinya akan ditest UN. Sehingga diputuskan mengikuti prinsip nomor satu bahwa tidak ada yang lebih penting dari keamanan dan kesehatan siswa dan keluarga.

Karena itu UN dibatalkan untuk 2020, karena kita sudah tahu juga bahwa sebenarnya UN bukan menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang yang lebih tinggi. ” Setelah kami timbang pro dan kontranya maka kami melihat lebih banyak resikonya daripada benefitnya untuk menjalankan UN,” ujar Nadiem.

Sekolah Tidak Diperkenankan Melakukan Test Tatap Muka

Ada beberapa hal tambahan yang perlu diumumkan. Bahwa artinya ujian kelulusan sekolah bisa dilakukan masing-masing sekolah tapi tidak diperkenankan melakukan test tatap muka yang mengumpulkan siswa dalam ruangan kelas. Ujian sekolah bisa diadministrasi melalui berbagai macam opsi, misalnya sekolah melaksanakannya melalui online atau angka dari nilai 5 semester terakhir.  Itu opsi yang ditentukan masing-masing sekolah

Ia menyatakan bahwa mungkin banyak sekolah  yang melakukan online tapi belum optimal. Itu sebabnya Kemendikbud tidak memaksakan bahwa ujian sekolah itu harus mengukur ketuntasan pencapaian kurikulum sampai semester terakhir yang terdampak oleh bencana Covid -19 dan terdistrupsi pembelajarannya.

Ia juga menyatakan bahwa 70 persen dari penerimaan siswa ini sudah zonasi dan seharusnya itu berdasarkan area. Sedangkan sisanya adalah jalur prestasi dan itu bisa menggunakan 2 opsi, bisa akumulasi nilai raport siswa tersebut selama 5 semester terakhir atau prestasi akedemik dan non akademik siswa di luar raport sekolah, seperti misalnya menang lomba dan sebagainya

Jadi penting bahwa pembatalan UN ini harusnya tidak berdampak untuk peserta didik baru baik untuk SMP maupun SMA.

Mohon Guru Mengajar dan Membimbing dari Rumah

Nadiem juga mengingatkan bagi yang sudah melaksanakan belajar dari rumah, agar guru juga mengajar dari rumah untuk menjaga keamanan guru. Guru bukan memberikan pekerjaan saja tapi ikut berkomunikasi dan membantu  muridnya dalam mengerjakan tugasnya,

Ia mendengar banyak keluhan dari mahasiswa dan orang tua yang diberikan pekerjaan yang begitu berat tapi tidak dibimbing.  Jadi diharapkan bagi siswa-siswa  yang belajar dari rumah maka guru ikut mengajar dari rumah dan mampu membimbing siswa-siswanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here