Pemerintah Targetkan RS Corona di Pulau Galang Selesai 28 Maret 2020, Konstruksi Sudah 78%

0
58
Pembangunan fasilitas observasi, penampungan, karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. FOTO: KEMENTERIAN PUPR

(Vibizmedia-Nasional) Pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina pengendalian infeksi penyakit menular khusus virus corona atau Covid-19 di Pulang Galang, 56 kilometer dari Kota Batam, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau ditargetkan selesai akhir Maret 2020.

“Secara keseluruhan progres konstruksi sudah 78% dan optimis selesai pada 28 Maret 2020. Material konstruksi saat ini sudah di lokasi semua. Saat ini tenaga kerja di lapangan berjumlah 1600 orang,” ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Aziz, pada Rabu (25/3).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan tidak hanya bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) saja, tetapi juga fasilitas pendukungnya, seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain, jelasnya.

Dirinya meminta agar kontraktor memenuhi target waktu yang direncanakan, yakni 28 Maret 2020. Kendati demikian, selalu memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan kerja terkait wabah Covid-19, terutama dalam menjaga kebersihan dan jarak aman dalam berkomunikasi.

Rencana kapasitas tampung sebanyak 1.000 tempat tidur untuk fasilitas penampungan/karantina/observasi terhadap penyakit yang disebabkan virus corona atau Covid-19.

Pada tahap I dibangun fasilitas dengan daya tampung 360 tempat tidur dan tahap II sebanyak 640 tempat tidur. Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 zonasi, yakni zona A (renovasi eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas.

Terakhir zona C adalah untuk tahap berikutnya (menyesuaikan kebutuhan) dengan memanfaatkan cadangan lahan. Keseluruhan pekerjaan berlangsung dibawah supervisi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau, Ditjen Cipta Karya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here