Pandemi Pasti Berlalu, Sejarah Membuktikannya!

0
339
Ilustrasi alat pelindung diri. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBELA

Semua orang sedang mengalami ketakutan karena serangan COVID-19 yang telah menjadi pandemi dunia. Hari ini, Sabtu (28/3/2020) menurut worldodometers.com telah terjangkit lebih dari setengah juta penduduk dunia yaitu 597.797 orang dan telah menyebabkan kematian pada 27.352 orang. Pandemi adalah ketika suatu wabah penyakit menyebar ke wilayah geografis yang luas, yang biasanya disebabkan oleh suatu strain virus baru atau bakteri yang mudah menular yang memiliki kemampuan untuk menyebar dengan cepat.Telah 199 negara dan 2 kapal yang terjangkit COVID-19.

Sedangkan epidemi adalah apabila wabah penyakit tersebut terjadi di satu kota, satu wilayah ataupun satu negara. Awal dari suatu pandemi adalah suatu epidemi. Berbeda dengan endemik yang memang berada di komunitas tertentu seperti misalnya DBD adalah endemik di Indonesia.

Apa yang terjadi di dunia saat ini, menurut sejarah pernah terjadi juga beberapa kali. Pandemi dan epidemi memang selalu menjadi momok yang menakutkan. Kemampuan manusia untuk bertahan terhadap suatu virus baru biasanya juga lemah dan hal itu menunjukkan bahwa sehebat-hebatnya manusia bisa tidak berdaya juga. Namun, manusia berjuang untuk dapat mengalahkan virus dan bakteri dan sejarah mencatat bahwa pandemi dan epidemi dapat dihentikan oleh penemuan obat dan vaksin oleh manusia. Berikut ini adalah pandemi dan epidemi yang terjadi di dunia sepanjang sejarah. 

Pandemi

  1. Wabah Justinian, Abad ke-6

Angka kematian: diperkirakan 25 juta (setara dengan seperempat dari populasi Mediterania Timur pada abad keenam)

Penyebab: Bakteri anaerob Yersinia Pestis, yang menyerang sistem limfatik

  1. Black Death 1411

Angka kematian: sekitar 200 juta orang (membunuh antara 30%-60% populasi Eropa). Adalah gabungan dari Pneumonia, Septikemia, Bubonik Gangren.

Para korban wabah itu secara khas menghitam, membusuk bagian-bagian tubuh mereka dan dengan cepat meninggal. Itu sebabnya dinamakan dengan Black Death.

Penyebab: Bakteri anaerob Yersinia Pestis

  1. Spanish Flu (Swine Flu) 1918-1920

Angka kematian: 100 juta kematian dari 500 juta kasus (20%)

Penyebab: Virus H1N1

Dalam waktu 18 bulan telah tersebar di seluruh dunia, menjangkau hingga pelosok Pasifik dan Antartika. Akibatnya 17 juta orang meninggal dunia di India, 200.000 korban jiwa di Inggris, dan 675.000 lainnya di AS dan lainnya.

  1. Flu Asia (1) 1957-1968

Angka kematian: 2 juta orang

Penyebab: H2N2

Pertama kali dideteksi di Guizhou, Cina, pada tahun 1957, kemudian menyebar ke Singapura dan Hong Kong hingga ke Amerika Serikat dan negara-negara lainnya.

Flu Asia (2)

Angka kematian: 1 juta orang

Penyebab: H3N2, mutasi virus H2N2

Muncul kembali di Hong Kong 10 tahun setelah H2N2, dan menyebar ke negara-negara lain

  1. Kolera –1961-1975

Angka kematian: 15 juta orang

Penyebab: Bakter Vibrio Cholerae

Bermula di Indonesia dan menyebar ke Bangladesh, India dan Uni Soviet pada pertengahan 1960-an, sebelum akhirnya menyebar ke Amerika Selatan dan Tengah serta Afrika.

6. TBC, Abad ke-20

Angka kematian: lebih dari 100 juta kematian selama abad ke-20

Penyebab: Bakteri Mycobacterium tuberculosis

Lebih dari 8 juta kasus dan 2 juta kematian dilaporkan setiap tahun

  1. AIDS 1960-sekarang

Angka kematian: sekitar 30 juta orang di seluruh dunia dari 34 juta kasus

Penyebab: Human Immunodeficiency Virus (HIV)

Berasal dari Kongo, Afrika, mulai tersebar ke Amerika pada tahun 1960an melalui Haiti dan ke seluruh dunia hingga saat ini. WHO mencatat di Afrika sebelah Selatan dan Timur sendiri tingkat penyebaran infeksinya telah mencapai 25%, dan diperkirakan angka kematian di negara-negara Afrika akibat AIDS akan mencapai 90 juta jiwa pada tahun 2025.

8. Flu Babi, 2009

Angka kematian: 200.000 orang

Penyebab: Virus H1N1

Dimulai di Hongkong ke seluruh dunia

  1. Campak

Angka kematian: Lebih dari 200 juta kematian dalam 150 tahun terakhir

Penyebab: Morbilivirus, menimbulkan komplikasi Pneumonia.

  1. Malaria (Roman Fever) – 2010

Angka kematian: 1,2 juta kematian pada tahun 2010

Dinamakan demam romawi karena terjadi mulai masa Kekaisaran Romawi Setiap tahun ada antara 300 dan 500 juta kasus malaria yang dilaporkan di seluruh dunia

  1. COVID-19

Angka kematian:27.352 orang dari 597.797 kasus (Per 27 Maret 2020) = 4,5%

Penyebab: Novel Coronavirus 2019

Dimulai di China dan kini sudah menyebar di 199 negara di seluruh dunia.

Epidemi

  1. SARS (2002-2003)

Angka kematian: 774 orang dengan 8,096 orang terjangkit di seluruh dunia (9,5%)

Penyebab: Coronavirus

  1. MERS Cov (2012-sekarang)

Angka kematian: 866 orang (34%)

Muncul di Arab Saudi pada tahun 2012, yang dikenal dengan nama MERS (/Middle East Respiratory Syndrome// Sindrom Pernapasan Timur Tengah).

3. Flu Burung, 2013

Penyebab: Virus H7N9

Muncul di China

4. Ebola 2013-2016

Angka kematian: 11.000 orang

Penyebab: Virus Ebola

Epidemi virus Ebola Afrika Barat melanda Liberia, Guinea, dan Sierra Leone pada tahun 2013. WHO menyatakan kondisi darurat internasional pada tahun 2014 ketika beberapa kasus Ebola juga muncul di Amerika Serikat dan Eropa. Untuk mencegah penyebaran virus ini banyak rumah-rumah yang dikarantina di Port Loko, Sierra Leone.

5. Zika 2015-2016

Angka kematian: tidak diketahui

Terjangkit: 1,5 juta orang

Penyebab: Virus Zika

Dari Brazil menyebar ke benua Amerika menjadi sebuah epidemi dan menyerang juga ke Singapore, Thailand dan Vietnam.

6. Ebola Kivu, 2018-sekarang

Angka kematian: 1500 orang

Dari benua Afrika wilayah Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo menyebar ke Uganda pada 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here