Akibat Cuaca Buruk, Pembangunan RS Corona di Pulau Galang ditargetkan Selesai 5 April 2020

0
160
Fasilitas Rumah Sakit Corona di Pulau Galang, Kota Batam. FOTO: KEMENTERIAN PUPR

(Vibizmedia-Nasional) Sampai dengan akhir bulan ini, progres konstruksi pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pengendalian infeksi virus corona atau Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau sudah mencapai 92%.

Terjadi keterlambatan progres pembangunan fasilitas tersebut dikarenakan faktor pengiriman barang termasuk konstruksi akibat cuaca buruk mengakibatkan target penyelesaian tanggal 28 Maret 2020 mundur menjadi tanggal 5 April 2020.

Pada Tahap I ini akan dibangun 2 gedung bertingkat 2 untuk menampung 340 tempat tidur yang diprioritaskan untuk diselesaikan terlebih dahulu sebanyak 240 tempat tidur untuk orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 100 tempat tidur untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Rencana kapasitas tampung fasilitas Penampungan/Karantina/Observasi adalah 1.000 tempat tidur.

Adapun 340 tempat tidur tersebut merupakan fasilitas observasi non ICU, sedangkan 20 tempat tidur lainnya merupakan fasilitas ICU. Sisanya 640 tempat tidur akan dilaksanakan pembangunan fasilitasnya pada tahap II.

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas tersebut yaitu di eks pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari

Kota Batam dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar

Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 zonasi, yakni Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Sementara Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helicopter (helipad), dan zona utilitas.

Selain itu di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang, fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here