Jokowi: Belajar dari Pengalaman Negara Lain, tapi Jangan Meniru Begitu Saja

0
388
Presiden Joko Widodo. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Dalam konferensi pers yang diberikan Presiden Joko Widodo melalui virtual hari ini (31/3)  ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan Covid-19 sebagai jenis penyakit dengan faktor resiko yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat. Oleh karenanya pemerintah menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat.

Untuk  mengatasi dampak wabah tersebut Presiden telah memutuskan dalam rapat kabinet bahwa opsi yang dipilih adalah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sesuai UU PSBB yang ditetapkan oleh Menkes yang berkoordinasi dengan Kepala Gugus Tugas Covid-19 dan kepala daerah. Dasar hukumnya adalah UU no 6 th 2012 tentang kekarantinaan kesehatan.

Jokowi juga menjelaskan bahwa pemerintah  sudah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP)  tentang pembatasan sosial skala besar (PSBB) dan Keppres penetapan  kedaruratan kesehatan  masyarakat untuk melaksanakan UU tersebut.

Kebijakan Daerah Harus Sesuai Aturan

Jokowi menyatakan bahwa dengan terbitnya PP ini maka semuanya menjadi jelas. Para kepala daerah diminta tidak membuat kebijakan-kebijakan sendiri-sendiri yang tidak terkoordinasi. Semua kebijakan di daerah harus sesuai dengan peraturan dan berada dalam koridor UU dan Keppres tersebut.

Ia menegaskan bahwa Polri bisa mengambil langkah-langkah penegakan hukum yang terukur dan  sesuai UU PSBB agar dapat berlaku secara efektif mencapai tujuan mencegah meluasnya wabah.

Belajar dari Pengalaman Negara Lain, Jangan Meniru Begitu Saja

Selain itu Jokowi menyatakan bahwa kita harus belajar dari pengalaman dari negara lain, tetapi tidak bisa menirunya begitu saja karena semua negara memiliki ciri khas masing-masing,  baik itu luas wilayah, jumlah penduduk, kedisplinan, kondisi geografis, karakter dan budaya, perekonomian masyarakatnya, kemampuan fiskalnya dan lainnya.

“Itulah sebabnya tidak boleh gegabah dalam merumuskan strategi.  Semuanya harus dihitung, semuanya harus dikalkulasi dengan cermat, “ tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here