Kepala BNPB : Yang Paling Penting adalah Ketahanan dan Kesatuan

0
471
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. FOTO: SETKAB

(Vibizmedia-Nasional) Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yang juga adalah Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona (Covid-19), Doni Monardo,  dalam keterangan persnya usai Rapat Terbatas , Senin (30/3) menekankan akan pentingnya ketahanan maupun kesatuan seluruh komponen bangsa Indonesia untuk menangani wabah Covid-19.

Persiapkan Kepulangan WNI 

Terkait dengan  rencana kepulangan sejumlah WNI, Doni juga menyampaikan bahwa Presiden telah menugaskan beberapa Menko dan juga para Gubernur yang terkait untuk mempersiapkan diri secara maksimal.

Ia menyampaikan bahwa ketersediaan fasilitas kesehatan yang ada di daerah sangat terbatas. Itu sebabnya ia berharap kepada masyarakat, terutama di tingkat kelurahan dan desa, hendaknya bisa menyiapkan beberapa rumah warga yang secara sukarela berkenan menyumbangkan atau mungkin meminjamkan rumahnya tersebut untuk menjadi tempat isolasi mandiri atau karantina rumah bagi WNI yang kembali dari luar daerah maupun dari luar negeri nantinya.

Termasuk ide-ide membangun dapur-dapur umum diharapkan bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang kembali ke kampung halaman dalam keadaan telah kehilangan lapangan pekerjaan.

Pentingnya Screening Door to Door

Doni juga menyampaikan bahwa  Presiden juga telah mendapatkan laporan dari sejumlah Gubernur dan sudah direkomendasi oleh Menteri Kesehatan bahwa penting dilakukan screening door to door  oleh petugas Puskesmas sehingga diperlukan kerja sama yang baik oleh segenap komponen masyarakat.

Kebijakan Daerah Tidak Boleh Keluar dari Kebijakan Pusat 

Doni juga menyinggung mengenai Surat Edaran dari Menteri Dalam Negeri yang meminta kepada para Gubernur, termasuk Bupati dan Wali Kota, untuk menjadi Kepala atau Ketua Gugus Tugas di daerah. Dalam hal ini  komponen-komponen yang masuk dalam struktur organisasi Gugus Tugas adalah semua instrumen pusat yang ada di daerah termasuk juga tokoh-tokoh yang ada di daerah.

Ia juga menghimbau agar para ulama, budayawan, tokoh pemuda dilibatkan,  dengan tujuan setiap kebijakan yang dikeluarkan tidak keluar dari kebijakan politik negara dan tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat. Selain itu juga tidak mengganggu daerah lain. Sehingga dengan demikian upaya-upaya  pencegahan bisa benar-benar dimaksimalkan

Doni mengatakan bahwa Presiden mempersilakan melakukan kebijakan di tingkat lokal, sampai dengan tingkat kecamatan, namun tingkatan lebih dari kecamatan tentunya harus dikonsultasikan kepada pemerintah pusat.

“Sehingga tidak ada pejabat di daerah yang dibenarkan mengambil langkah sendiri tanpa berkonsultasi kepada pihak-pihak yang berkompeten,” tambahnya.

Harus Punya Ketahanan dan Kesatuan

Doni menegaskan bahwa virus Covid-19 belum bisa diketahui kapan akan berakhir, walaupun sejumlah pakar dan juga dari pimpinan lembaga sudah melaporkan kepada Presiden tentang prediksinya.

“Namun tentunya kita harus memiliki ketahanan daya tahan di bidang kesehatan, daya tahan di bidang ekonomi, dan yang paling penting adalah daya tahan di bidang moralitas dan moril bangsa,” tegasnya.

Menurut Doni persatuan dan kesatuan  adalah modal utama, karena dengan bersatu, maka segala kesulitan bisa diatasi. Ia terus mengajak  seluruh tokoh, baik di pusat maupun di daerah, termasuk juga para pimpinan partai politik, untuk bisa mendukung kebijakan politik negara.

 “Saya mengibaratkan sekarang ini kita sekarang berada pada satu rangkaian kereta api. Lokomotif terdepannya adalah kepala negara kita, yaitu Pak Jokowi, kemudian kita berada di gerbong-gerbong yang berbeda,” jelasnya sambil memberikan gambaran bahwa jikalau di antara gerbong itu ada yang terjatuh, maka bisa jadi gerbong yang lain pun akan terguling.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here