Media Penting Memuat Berita Positif dan Obyektif untuk Hindarkan Stress dan Panik

0
457
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. FOTO: SETKAB

(Vibizmedia-Nasional) Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona (Covid-19), Doni Monardo,  dalam keterangan persnya usai Rapat Terbatas , Senin (30/3) menyampaikan agar media bisa menyampaikan berita yang positif, obyektif, dan yang bisa diyakini kebenarannya.

Ia mengingatkan bahwa jangan menyampaikan berita yang belum diyakini kebenarannya, karena dapat mengakibatkan kepanikan dan pada akhirnya membuat imunitas tubuh menjadi rendah.

“Janganlah mengambil berita yang belum diyakini. Kenapa demikian? Karena salah satu penyebab dari seseorang mudah terpapar adalah imunitas tubuh yang rendah,” ujar Doni.

Imunitas tubuh yang rendah bisa  diakibatkan karena panik atau stress. Itu sebabnya ia mengingatkan bahwa peran media di sini sangat penting dan menentukan.

“Berita positif harus senantiasa menjadi upaya kita bersama, tanpa bantuan kawan-kawan media rasanya akan kita juga akan merasakan kesulitan,” imbuh Doni.

Ia menyebut semua awak media menjadi pahlawan-pahlawan kemanusiaan ketika media bisa menyampaikan pesan-pesan positif sehingga warga negara Indonesia bisa terhindar dari terpaparnya virus Covid-19.

Untuk itu, Kepala BNPB kembali mengimbau mengajak bekerja sama, bersatu, menggunakan kolaborasi metode pentaheliks berbasis komunitas menjadi ujung tombak penanganan. Ia selalu menekankan pelibatan multipihak atau pentaheliks dalam penanggulangan bencana, termasuk dalam penanganan COVID – 19. Pentaheliks tersebut adalah pemerintah, akademisi atau pakar, masyarakat, lembaga usaha dan media massa.

Dalam keterangan persnya yang lalu Doni mengatakan bahwa pemerintah tidak mungkin sendiri untuk menghadapi pandemik Coronavirus Disease 2019 atau COVID – 19. Peran masyarakat maupun sukarelawan, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, dan budayawan, adalah bagian dari Pentaheliks, sangat penting dalam membantu percepatan penanganan.

Doni menambahkan bahwa siapa saja yang ada dalam pentaheliks ini, pemerintah, pemerintah pusat, didukung oleh seluruh institusi pusat, baik di pusat maupun di daerah, seperti TNI dan Polri. Juga peran dari akademisi, dari para peneliti, para periset, media massa, termasuk peran dunia usaha yang sudah mulai bergerak memberikan dukungan kepada gugus tugas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here