Pemerintah Batasi Perlintasan WNA ke Indonesia

0
365
Presiden Joko Widodo. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk membatasi dan perketat perlintasan warga negara asing (WNA) yang masuk ke wilayah Indonesia. Menurutnya, saat ini sedang terjadi pergeseran episentrum Covid-19 dari Tiongkok ke Amerika Serikat dan Eropa.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa sekarang lebih dari 202 negara dan teritori diseluruh dunia menghadapi tantangan Covid-19 seperti juga Indonesia. Satu minggu terakhir kita juga melihat bahwa episentrum juga telah beralih dari sebelumnya di Tiongkok saat ini
berada di Amerika Serikat dan Eropa”.

Untuk itu, bagi warga negara Indonesia (WNI) yang akan kembali dari luar negeri, Presiden mengingatkan penerapan protokol kesehatan baik di bandara, pelabuhan, maupun pos lintas batas.

Prinsip pemerintah bagi WNI yang kembali dari luar negeri, lanjutnya, adalah memastikan kesehatan para WNI tersebut. Sebab hal itu juga akan berdampak pada kondisi kesehatan warga yang sudah berada di Indonesia.

“Terkait kembalinya WNI dari luar negeri, prinsip utama yang kita pegang adalah bagaimana melindungi kesehatan para WNI yang kembali dan melindungi masyarakat yang ada di Tanah Air,” tegasnya.

Presiden mengatakan bagi WNI yang tidak memiliki gejala covid-19, dapat dipulangkan ke daerah masing-masing, tetapi mereka tetap masuk dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Jadi setelah sampai di daerah betul-betul harus menjalankan protokol isolasi mandiri dengan penuh disiplin. Kemudian yang lain juga yang berkaitan dengan bantuan-bantuan sosial yang perlu kita berikan,” jelasnya.

Presiden menegaskan WNI yang memiliki gejala mengarah covid-19, harus menjalani proses isolasi di rumah sakit rujukan, termasuk di Pulau Galang, Kepulauan Riau, yang disediakan khusus bagi masyarakat dengan penyakit indeksi menular.

“Untuk yang memiliki gejala harus dilakukan proses isolasi di rumah sakit yang disediakan, misal Pulau Galang,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here