Pemerintah Telah Miliki 20 Alat Test PCR untuk Test Hingga 10.000 Sehari

0
161
Stafsus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga memberikan keterangan pers di Graha BNPB ( Foto: Humas BNPB)

(Vibizmedia – Nasional)  Kabar baik disampaikan melalui keterangan pers oleh Stafsus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (8/4). Ia menyampaikan bahwa  pemerintah Indonesia kini memiliki 20 alat tes Reaksi berantai polimerase (PCR) yang terdiri atas dua buah RNA Extractor Automatic dan 18 Detector PCR yang bisa mengetahui ketepatan hasil tes COVID-19 hingga 10 ribu perharinya.

Arya mengatakan bahwa sekitar tiga minggu lalu, pemerintah sudah berhasil membeli alat dari Swiss Roche dan sudah datang ke Indonesia. Detailnya adalah ada dua buah Manufacture RNA yang merupakan automatic RNA untuk ekstraktor, sementara  biasanya di Indonesia  ada juga yang merupakan alat manual dan matic.

Arya mengatakan kedua alat ini memiliki kemampuan tes yang berbeda. RNA Extractor bisa mengetahui hasil tes RNA hingga 1.000 perhari, sementara Detector PCR memiliki kapasitas 500 tes perhari.

Dalam Sehari Bisa Test Hingga 10.000

Apabila semua alat tes telah ter-install maka dalam satu hari bisa mengetahui hasil tes 9.000 hingga 10.000. Menurut hitung-hitungannya, apabila dalam satu hari bisa dilakukan 5.000 hingga 10.000 tes, maka dalam sebulan bisa mencapai 300.000 tes.

“Sehingga ini bisa mengejar orang yang bisa dites, dengan alat PCR kepastian bahwa orang itu terkena corona atau tidak. Alat ini sudah hadir dan sudah di Set Up,” jelas Arya.

Ia berharap dengan adanya alat ini Indonesia akan semakin mudah mendata berapa banyak masyarakat yang positif tertular COVID-19. Dengan begitu, upaya penyembuhan serta memutus rantai penularan akan semakin mudah.

“Ini langkah cepat supaya bisa mengantisipasi kondisi corona yang ada di Indonesia. Semua negara berebutan karena hampir seluruh dunia terkena corona,” kata Arya.

Sementara itu, akumulasi jumlah pasien yang positif terinfeksi virus COVID-19 per 8 April 2020 menjadi 2.955 orang. Dari jumlah itu, 222 pasien dinyatakan sembuh dan 240 orang meninggal dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here