Mendes Minta Penyaluran BLT Bagi Warga Terdampak Covid-19 diberikan Nontunai

0
422
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. FOTO: KEMENDES PDTT

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengimbau seluruh kepala desa untuk menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa secara nontunai bagi warganya yang terdampak Covid-19.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ini dalam rangka memberikan kenyamanan dan ketenangan kepada kepala desa dalam mengelola dana desa, karena urusan BLT ini kadang menjadi masalah ketika kita mencoba untuk mengambil manfaat dari situasi yang tidak bagus ini,” ungkap Abdul Halim saat sosialisasi BLT Dana Desa melalui teleconference kepada pemerintah daerah, Rabu 15 April 2020.

Abdul Halim menyampaikan dana desa sebesar Rp22,4 triliun akan dialihkan untuk program BLT bagi 12,3 juta kepala keluarga (KK) yang terdampak Covid-19. Masing-masing akan mendapatkan Rp 600 ribu selama tiga bulan sehingga total menjadi Rp 1,8 juta.

Menurutnya, dana tersebut dapat dicairkan dengan segera, sebelum memasuki bulan suci Ramadhan karena kebutuhan warga desa secara otomatis akan bertambah.

Adapun kelompok yang berhak mendapatkan BLT Dana Desa itu adalah kelompok miskin, kelompok yang kehilangan pendapatan akibat Covid-19, yang belum mendapatkan program keluarga harapan (PKH), belum mendapatkan bantuan pangan non tunai (BPNT), dan belum mendapatkan Kartu Pra Kerja.

“BLT Dana Desa ini sasarannya adalah warga miskin yang belum menerima PKH, yang belum menerima bantuan pangan non tunai, yang belum menerima kartu pra kerja,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here