Bangkitkan Geliat Industri Kopi di Tanah Air, Pelaku Usaha Beralih Ke Online

0
423
Mesin pembuat kopi. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|EZRA JUDAH

(Vibizmedia-Nasional) Saat ini, industri kecil dan menengah (IKM) pengolahan kopi menjadi salah satu sektor yang mengalami dampak pandemi Covid-19. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan perlunya langkah strategis bersama untuk membangkitkan kembali gairah IKM tersebut.

“Di situasi seperti ini, penting sekali agar seluruh pihak bersinergi, mulai dari pemerintah, pelaku industri, perusahaan tekonologi Indonesia hingga masyarakat, sehingga kegiatan ekonomi tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19,” jelas Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Senin 20 April 2020.

Agus Gumiwang menjelaskan saat ini terdapat 1.204 pelaku IKM yang mengolah biji kopi lokal dari para petani di berbagai daerah di Indonesia.

“Dengan didukung ketersediaan bahan baku dan potensi pasar yang besar, selama ini industri pengolahan kopi mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional,” ungkapnya.

Tercatat sepanjang 2018 lalu, dari ekspor produk kopi olahan tersebut mencapai USD579,98 juta meningkat 19,1% dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, ekspor produk kopi olahan lokal ini, terdiri dari produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang telah menembus pasar mancanegara di ASEAN, China, dan Uni Emirat Arab.

Akibat dari pandemi Covid-19 banyak warung kopi dan kafe yang terimbas sepinya pengunjung, bahkan sampai ada yang tutup karena merosotnya penjualan. Selain itu, sejumlah petani kopi di Aceh bahkan mengeluhkan penurunan harga jual hingga 50%, yang sebelumnya dibanderol Rp10.000 per bambu (harga jual basah) menjadi hanya Rp5.800.

Untuk itu, pihaknya bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan platform belanja digital Tokopedia serta para pelaku industri kopi lokal, menginisiasi kampanye #SatuDalamKopi. Langkah kolaborasi ini bertujuan untuk memajukan kopi nusantara sekaligus membuat roda perekonomian tetap bergerak di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Agus “Kampanye #SatuDalamKopi yang diadakan mulai hari ini hingga 26 April 2020 merupakan contoh nyata bagaimana kita bersama dengan melibatkan 1.200 pelaku industri kopi dari berbagai wilayah di Tanah Air ambil bagian untuk mendorong pemasaran produk kopi lokal melalui kafe, warung kopi dan masyarakat luas yang pada gilirannya akan berdampak pada geliat industri kopi di daerah dan seluruh rantai pasoknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here