UMKM Penyangga Ekonomi Nasional di Saat Pandemi

0
966
Ilustrasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). DOK: VIBIZMEDIA.COM

(Vibizmedia-Kolom) Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi yang berpengaruh banyak pada pengusaha besar dan kecil, juga bagi sektor informal seperti pedagang kaki lima, pengemudi online hingga buruh harian. Tidak dapat dipungkiri mereka (UMKM) merupakan pilar memperkokoh kekuatan ekonomi kita saat ini. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi pondasi ekonomi Indonesia, dengan kontribusi 55,6 persen terhadap total Pendapatan Domestik Bruto/PDB, dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 116,63 juta tenaga kerja (data Kementerian Koperasi dan UKM RI tahun 2017).

Di awal bulan ini, pemerintah siapkan strategi baru dengan menerbitkan surat utang khusus pandemi atau dikenal sebagai “Pandemic Bond”. Dana yang didapatkan rencananya akan disuntikkan ke Bank BUMN untuk disalurkan ke UMKM supaya dapat kembali bernafas dan bertahan di tengah krisis ini. Di tengah ketidakpastian dan pelemahan perekonomian global, UMKM memiliki kontribusi yang signifikan dalam mencapai pertumbuhan ekonomi nasional.

Pandemic bond hanya dikeluarkan tahun 2020, masuk dalam salah satu instrumen below the line sebagai sumber dana cadangan negara melalui penyertaan modal negara (PMN) kepada perusahan pelat negara (BUMN), maupun lembaga keuangan lainnya dan akan digunakan sebagai bentuk penjaminan, dalam rangka menjaga kemungkinan domino effect yang bisa mengancam ekonomi dan sistem keuangan, demikian ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui telekonferensi, pada awal bulan ini.

Mungkin anda akan bertanya, mengapa pemerintah berhutang disaat seperti ini? Tidak ada yang salah dengan hutang, selama hutang itu untuk sesuatu yang produktif, bukan konsumtif. Tidak ada perusahan besar tanpa hutang, hutang diperlukan untuk mengembangkan skala produksi.

Dengan peringkat Baa2 dari lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service, surat berharga yang diterbitkan pemerintah Indonesia, masuk dalam kategori moderate credit risk dan medium grade.

Surat berharga untuk penanganan virus corona ini memiliki tenor mulai dari 10 tahun sampai 50 tahun dalam bentuk dollar AS. Saat ini, telah terjual sebesar USD 4,3 miliar atau Rp 70,7 triliun, dari target Rp449,9 triliun. Kalau dari sisi investasi, artinya Indonesia masih dipercaya di mata dunia internasional, sebab situasi seperti ini, kepercayaan dunia internasional itu sangat penting.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat dunia sesudah Amerika Serikat, tentunya ekonomi sangat berpengaruh. Dari proyeksi Internasional Monetary Fund (IMF) dan World Bank awal bulan ini, hanya tiga negara yang masih diperkirakan bertahan di atas 0 persen atau positif teritori, yakni Tiongkok, India dan Indonesia.

Kebijakan Pengembangan UMKM
Apa sebenarnya UMKM itu? Kenapa begitu penting saat ini? Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), usaha kecil adalah kegiatan ekonomi produktif yang berdiri sendiri.

Berikut kriteria kekayaan dan pendapatan di dalam UU tersebut:

Sumber: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)

Kontribusi lainnya, UMKM mampu perluas kesempatan kerja dan menyediakan jaring pengaman bagi masyarakat berpendapatan rendah dalam menjalankan kegiatan ekonomi produktif. Kebijakan pengembangan UMKM sangat diperlukan dan harus diperhatikan sehingga tercapainya pertumbuhan ekonomi nasional yang terukur dan berbasis ekonomi pasar yang adil.

Perlu diketahui, pada situasi ekonomi sulit seperti ini, UMKM mampu menjadi kekuatan penyangga ekonomi nasional dengan tampil sebagai tulang punggung dan menjadi andalan untuk menggerakkan ekonomi domestik yang sifatnya dinamis.

Saatnya membeli dan mengonsumsi produk UMKM, yang juga adalah kebutuhan sehari-hari kita. Dibantu stimulus yang diberikan pemerintah (PKH, Kartu Prakerja, Kartu Sembako dan bantuan sosial lainnya) penting agar daya beli masyarakat terjaga dan kegiatan UMKM terus menggeliat.

Tambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan dampak Covid-19. SUMBER: KEMENTERIAN KEUANGAN

Jangan lupa, bagi UMKM terdapat dana Rp 405,1 triliun yang disiapkan pemerintah untuk menambah belanja dan pembiayaan untuk menangani dampak Covid-19, ini bisa dimanfaatkan untuk kembali berproduksi dan mengembangkan produksinya dari masing-masing prioritas yang ada. Ayo kita bisa bangkit kembali. Salam Indonesia Maju!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here