Antisipasi Covid-19, Kemendikbud Siapkan Skenario Belajar dari Rumah Hingga Akhir Tahun 2020

0
2185
Ilustrasi belajar melalui daring. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|RINEKE

(Vibizmedia-Nasional) Saat ini, sebagai langkah antisipasi wabah virus Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang mempersiapkan skenario belajar dari rumah hingga akhir tahun 2020.

“Kita sedang siapkan kalau nanti belajar dari rumah ini bisa terjadi sampai akhir tahun,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid dalam keterangannya, Jumat 24 April 2020.

Menurutnya, hingga hari ini tercatat sebanyak 97,6 persen sekolah sudah melakukan pembelajaran jarak jauh. Sisanya sebanyak 2,4 persen belum melakukan karena daerahnya tidak terjangkit corona atau tidak memiliki perangkat pendukung.

Hamid menyampaikan bahwa dari jumlah 97,6 persen tersebut, sebanyak 54 persen sekolah sudah melakukan pembelajaran jarak jauh sepenuhnya, yakni guru dan siswa mengajar dan belajar dari rumah.

“(46 persen lainnya) gurunya masih mengajar dari sekolah, lanjutnya, tapi muridnya di rumah. Karena ada beberapa daerah yang masih mewajibkan guru-guru datang ke sekolah, secara piket bergantian,” terang Hamid.

Inilah yang membuat Kemendikbud lakukan beberapa program Rumah Belajar hingga Belajar dari Rumah di TVRI dan RRI untuk mendukung proses belajar, sedangkan program untuk siswa berkebutuhan khusus, tambahnya, masih dirancang.

Demikian juga siswa SMK yang seharusnya sudah menjalani kerja praktik namun tak bisa dilakukan secara langsung maupun via internet.

“Karena kita harus bicara dulu dengan industri dan yayasan-yayasan yang menangani anak berkebutuhan khusus,” ungkap Hamid.

Hamid mengatakan jika kegiatan belajar mengajar di rumah diperpanjang hingga akhir tahun, maka harus ada penyesuaian kembali berkenaan dengan tahun ajaran baru. Kemendikbud akan membuat penyesuaian agar tiap sekolah dapat menjalankan KBM di masa tahun ajaran baru.

Berdasarkan Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020, dinas pendidikan dan sekolah harus menyiapkan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di wilayahnya yang mengikuti protokol kesehatan. Orang tua dan siswa tidak boleh berkumpul secara fisik di sekolah, PPDB dianjurkan melalui daring.

Perlu diketahui, mengacu pada kalender pendidikan Tahun Ajaran 2020/2021 mulai pada Juli 2020 sampai Juni 2021 setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) usai dilaksanakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here