Achmad Yurianto: Hindari Kunjungan Rumah Sakit, Gunakan Layanan Telemedicine

0
163
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah menganjurkan masyarakat dapat menggunakan layanan telemedicine untuk konsultasi dengan dokter, hingga membeli obat secara daring dari rumah saja, sebagai salah satu cara menghindari terjadinya penularan virus saat dalam perjalanan maupun di rumah sakit (RS),

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan telemedicine di Indonesia telah memiliki 12 layanan perusahaan kesehatan digital yang tergabung dalam Indonesia Telemedicine Association atau Atensi. Selain melalui layanan tersebut, masyarakat juga bisa menggunakan konsultasi medis secara daring yang disediakan oleh BUMN.

Menurutnya, kemungkinan penularan jenis-jenis virus termasuk SARS-CoV-2 di rumah sakit sangat tinggi. Oleh sebab itu, masyarakat diminta agar menghindari kunjungan ke RS dan beralih menggunakan layanan telemedicine.

“Kita berharap layanan konsultasi medis sudah lebih banyak didorong untuk tidak menggunakan kunjungan rumah sakit, tidak bertemu secara langsung, tidak memberikan ruang untuk kontak dekat dengan banyak orang di rumah sakit,” jelas Yurianto di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Senin 27 April 2020.

Melalui layanan telemedicine, masyarakat tidak perlu bepergian keluar rumah datang ke rumah sakit untuk sekadar melakukan konsultasi ke dokter atau membeli obat. Hingga kini dilaporkan terdapat adanya peningkatan penggunaan layanan telemedicine di masyarakat.

“Data sampai saat ini sudah lebih dari 300 ribu masyarakat yang sudah memanfaatkan layanan telemedicine, ini yang kita harapkan hari ke hari semakin meningkat sehingga lebih memudahkan layanan konsultasi medis,” jelas Yuri.

Perlu diketahui, orang dengan penyakit penyerta bawaan atau komorbid cenderung lebih berisiko mengalami sakit parah ketika terinfeksi Covid-19. Penyakit penyerta yang paling banyak adalah hipertensi, diabetes, penyakit jantung, penyakit paru baik itu asma maupun penyakit paru obstruktif seperti bronkitis kronis dan sebagainya. Dari kasus pasien yang meninggal tersebut berada pada kelompok usia sekitar 60 tahun yaitu antara 41-60 tahun dan beberapa di antaranya di atas 61-80 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here