Kendala Bahan Baku Akibat Pandemi Covid-19, Industri Aneka Lakukan Penyesuaian Usahanya

0
35152
Ilustrasi sepatu atlet Indonesia. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|MARULI SINAMBEKA

(Vibizmedia-Nasional) Hampir semua pelaku usaha di Indonesia terdampak pandemi Covid-19, tanpa terkecuali sektor industri aneka. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan akibat dampak tersebut saat ini, industri alat musik, industri alat olahraga, dan industri alat tulis sedang melakukan penyesuaian bisnisnya.

“Secara umum, industri aneka masih tetap melakukan aktivitas produksi meskipun dengan melakukan beberapa penyesuaian sesuai kondisi perusahaan,” jelas Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih dalam keterangannya, Selasa 28 April 2020.

Berdasarkan data yang dimilikinya, ditemukan bahwa beberapa industri aneka di dalam negeri mengalami penurunan utilitas produksi akibat merosotnya permintaan secara global. Selain itu, timbul kekhawatiran terhadap pemenuhan bahan baku yang berasal dari impor, terutama dari negara-negara yang menerapkan karantina wilayah (lockdown).

“Terjadi beberapa penurunan pemesanan karena beberapa buyer negaranya mengalami lockdown, sebagian pengiriman dijadwalkan ulang dan sebagian dibatalkan,” jelas Gati.

Kendala bahan baku, lanjutnya, sudah dirasakan sejak wabah Covid-19 terjadi di China, sehingga pasokan bahan baku untuk kebutuhan ekspor produk tanah air tidak dapat dipenuhi.

Menurut catatkan Kementerian Perindustrian, hingga, tahun 2019, ada sebanyak 639 perusahaan yang tergolong sektor industri aneka, baik itu skala menengah dan besar. Dari jumlah perusahaan tersebut, tenaga kerja yang terserap mencapai 160 ribu orang.

Perlu diketahui, nilai ekspor industri aneka, mampu menembus USD4,23 miliar sepanjang 2018 dengan menunjukkan neraca positif dibandingkan nilai impornya sekitar USD2,41 miliar. Sedangkan, nilai ekspor dari industri aneka pada periode Januari-September 2019 mencapai USD3,35 miliar, naik dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang menyentuh angka USD3,04 miliar.

Gati menyampaikan nilai investasi di sektor industri aneka dari tahun 2014 hingga triwulan II tahun 2019 telah menembus Rp 1,48 triliun. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa industri aneka merupakan sektor yang potensial dan prospektif untuk terus ditumbuh kembangkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here