Breaking News Covid-19 di Indonesia 2 Mei 2020: Bertambah 292, Total Positif Kini 10.843

0
926
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr. Achmad Yurianto, di Graha BNPB (Foto: Humas BNPB)

(Vibizmedia – Nasional)  Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr. Achmad Yurianto, di Graha BNPB, hari ini kembali menyampaikan update angka akumulatif perkembangan data kasus Covid-19 dari seluruh Indonesia hingga tanggal 2 Mei 2020.

Mari kita melihat penambahannya adalah sebagai berikut:

Dari total 10.551 kasus positif terinfeksi Covid-19 yang diberitakan kemarin, maka hari ini bertambah sebanyak 292 kasus menjadi 10.843 kasus positif akumulatif.  Dengan demikian telah terjadi penurunan  dalam pertambahan kasus dari 433 kasus kemarin menjadi 292 kasus.

Sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan sudah sembuh dan diijinkan pulang, dari total 1.591 orang yang diberitakan kemarin, bertambah 74 orang menjadi 1.665 orang. Maka terjadi kenaikan pertambahan bagi yang telah dinyatakan sembuh,  jika kemarin bertambah 69 orang, hari ini bertambah 74 orang.

Untuk pertambahan kasus meninggal, maka  dari total 800  orang yang diberitakan meninggal kemarin, bertambah sebanyak 31 orang menjadi 831 orang. Dengan demikian pertambahan kasus meninggal telah terjadi kenaikan dari kemarin tercatat 8  orang maka jumlah yang meninggal pada hari ini adalah 31 orang.

Hingga tanggal 2 Mei 2020 jumlah orang dalam pemantauan (ODP) secara akumulatif bertambah 1.915, mengalami penurunan dari kemarin tercatat bertambah 2.709, menjadi 235.035 orang. Sedangkan  pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 422, mengalami kenaikan dibanding kemarin tercatat bertambah 296, menjadi 22.545 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 321 kabupaten/kota di Tanah Air. Hingga saat ini seluruh provinsi sudah terdampak Covid-19.

Infografis Update Data Covid-19 per 2 Mei 2020 (Sumber: BNPB)

Hingga tanggal 2 Mei 2020, maka berikut akumulasi daftar jumlah penderita positif di seluruh provinsi :

Provinsi Aceh 11 kasus (tidak ada penambahan), Bali 237 kasus (sebelumnya 235), Banten 427 kasus (sebelumnya 418), Kep. Bangka Belitung 19 kasus (tidak ada penambahan), Bengkulu 12 kasus (tidak ada penambahan), Yogyakarta 114 kasus (sebelumnya 104), DKI Jakarta 4.397 kasus (sebelumnya 4,317) .

Selanjutnya di Jambi 32 kasus (tidak ada penambahan), Jawa Barat 1.043 kasus (sebelumnya 1,012), Jawa Tengah 767 kasus (sebelumnya 746), Jawa Timur 1.037 kasus (sebelumnya 1,034) , Kalimantan Barat 68 kasus (sebelumnya 61), Kalimantan Timur 154 kasus (sebelumnya 136), Kalimantan Tengah 157 kasus (sebelumnya 156), Kalimantan Selatan 179 kasus (tidak ada penambahan), dan Kalimantan Utara 122 kasus (sebelumnya 115).

Kemudian di Kepulauan Riau 89 kasus (tidak ada penambahan), Nusa Tenggara Barat 250 kasus (sebelumnya 233 kasus), Sumatera Selatan 156 kasus  (tidak ada penambahan),  Sumatera Barat 182 kasus (sebelumnya 172), Sulawesi Utara 45 kasus (tidak ada penambahan), Sumatera Utara 117 kasus (tidak ada penambahan), dan Sulawesi Tenggara 64 kasus (sebelumnya 62).

Adapun di Sulawesi Selatan 577 kasus (sebelumnya 547) , Sulawesi Tengah 59 kasus (sebelumnya 48), Lampung 50 kasus (tidak ada penambahan), Riau 45 kasus (sebelumnya 42), Maluku Utara 41 kasus (tidak ada penambahan), Maluku 23 kasus (tidak ada penambahan), Papua Barat 43 kasus (sebelumnya 42), Papua 240 kasus (sebelumnya 210), Sulawesi Barat 44 kasus (sebelumnya 43), Nusa Tenggara Timur tiga kasus (tidak ada penambahan), Gorontalo 15 kasus (tidak ada penambahan) dan dalam proses verifikasi lapangan 24 kasus.

Dengan demikian ada 14 provinsi yang tercatat tidak ada penambahan pasien terkonfirmasi positif, yaitu : Aceh, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Selatan, Kep. Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Lampung, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here