Doni Monardo: Strategi Baru Penanganan Covid-19, Keseimbangan Antara Medis dan Psikologis

0
597
Rapat Koordinasi Gugus Tugas Nasional Covid-19 bersama DPR. FOTO: GUGUS TUGAS NASIONAL

(Vibizmedia-Nasional) Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan strategi baru yang dilakukan untuk menangani masalah pandemi Covid-19, selain melalui pendekatan medis, adalah melalui pendekatan secara psikologis yang mengarah ke upaya pencegahan.

Menurut Doni, ini menjadi sangat penting karena jumlah tenaga medis beserta infrasktruktur yang dimiliki pemerintah saat ini terbatas. Untuk itu, ia menginginkan agar adanya keseimbangan antara medis dan psikologis.

“Keseimbangan itu harus kita jaga,” ungkap Doni.

Doni mengatakan semestinya dokter tidak menjadi garda terdepan dalam upaya penanganan, namun harus menjadi kekuatan terakhir. Artinya masyarakat harus bisa disehatkan sehingga dokter dapat diselamatkan.

“Dokter bukan jadi benteng utama, tapi benteng terakhir,” jelas Doni.

Oleh sebab itu, strategi selanjutnya yang perlu dijalankan adalah bagaimana masyarakat terpenuhi gizinya untuk meningkatkan imunitas, kemudian juga sekaligus menggerakkan roda perekonomian.

Dalam hal ini, Doni menegaskan bahwa dalam menyelesaikan bencana, maka tidak boleh memunculkan bencana baru, sehingga pantang bagi dia untuk menyelesaikan masalah, namun dengan membuat masalah baru.

“Hungry man becomes angry man. Kita tidak ingin arahnya ke sana,” ucapnya.

Menurut data yang diterimanya, ada 2,5 juta petani yang kesulitan menjual hasil pertanian dan perkebunan sebagai dampak dari pandemi Covid-19 ini.

Oleh karena itu, Doni meminta kolaborasi bersama Kementerian/Lembaga terkait khususnya Kementerian Perindustrian dan Kepala Daerah untuk mengatasi masalah tersebut dengan inovasi yang tetap menerapkan protokol kesehatan.

Doni mencontohkan apa yang sudah dijalankan dengan baik di Jawa Tengah, Salatiga dan Sumatera Barat, di mana pasar tradisional tetap berjalan dengan penerapan yang berbeda dari biasanya.

Para pedagang diberikan jarak aman sesuai protokol kesehatan dan berjualan di luar ruangan yang telah diatur oleh pemerintah daerah setempat. Kemudian bagi penjual juga diwajibkan untuk melaksanakan anjuran pemerintah dengan tetap memakai masker dan tetap menjaga jarak aman.

Gagasan Doni tersebut, direspon positif oleh Ketua Komisi VI DPR RI Faizol Riza. Menurutnya memang sudah sepatutnya dalam urusan penanggulangan bencana, maka tidak boleh memunculkan bencana baru.

Pihaknya juga mengapresiasi ide dari inovasi pasar tradisional seperti yang sudah berjalan di Salatiga dan beberapa wilayah lain di Jawa Tengah dan Sumatera Barat.

“Kita tetap optimis bahwa ekonomi juga bisa tetap jalan,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here