Cegah Laju Kasus Baru Covid-19, Pemerintah Pilih Titik Isolasi Untuk Debarkasi ABK dan PMI

0
519
Kepala BNPB sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah memilih titik debarkasi kedatangan sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang miliki kemampuan isolasi dan observasi.

“Ibu Menteri Luar Negeri telah melaporkan kepulangan sejumlah ABK dan juga PMI. ABK yang akan kembali sebanyak 12.758 orang sedangkan PMI yang telah kembali ke tanah air sebanyak 70.367 orang,” ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga Ketua Gugus Tugas Nasional Covid-19 Doni Monardo, usai rapat terbatas, Senin 4 Mei 2020.

Doni menyampaikan bahwa Presiden minta agar manajemennya diatur yang baik, terintegrasi, baik itu oleh Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, dukungan dari TNI dan Polri, serta juga dari Gugus Tugas.

“Dalam waktu 2 minggu ke depan akan kembali sekitar 17 kapal pesiar yang nantinya akan berlabuh di Tanjung Priok dan juga di Benoa,” jelas Doni.

Selain itu, Doni juga mengatakan laju kasus baru mengalami penurunan sampai dengan 11%, tetapi hal ini bukan berarti semua menjadi lengah karena kehadiran sejumlah PMI yang berpotensi juga nantinya menjadi bagian dari penularan.

“Termasuk juga jemaah tablig, kemudian klaster gowa, kemudian beberapa tempat industri yang telah menjadi episentrum, kemudian juga pemudik yang lolos dari pemeriksaan aparat. Hal ini dapat berpotensi meningkatnya kasus kembali,” terang Doni.

Untuk itu, Doni mengajak agar seluruh komponen masyarakat bekerja sama, baik di pusat dan daerah betul-betul terintegrasi dengan baik.

Menurutnya, Gugus Tugas Provinsi telah menyusun organisasi. Ia berharap setiap gugus tugas betul-betul mampu melakukan upaya-upaya, baik pencegahan maupun deteksi serta penanganan terhadap masyarakat yang telah terlanjur sakit.

“Kemudian selanjutnya Bapak Presiden memerintahkan Gugus Tugas untuk membantu sejumlah kasus yang terjadi di Jawa Timur, sehingga penanganannya bisa terkelola dengan baik, sebagaimana pengalaman yang ada di wilayah Jabodetabek,” terang Doni.
Tidak ada Mudik pada kesempatan itu, Doni menegaskan kembali bahwa perintah Presiden tidak ada mudik, sekali lagi, tidak ada mudik.

“Oleh karenanya, mari kita semua bisa menahan diri, bisa bersabar untuk tidak mudik terlebih dahulu. Kemudian juga masyarakat diingatkan jangan mencuri-curi kesempatan, sehingga kalau ini masih dilakukan maka akan menimbulkan risiko bagi kampung halaman. Kebiasaan kita untuk bertemu, berpelukan dengan orang-orang yang kita sayangi, bersalaman, berdekatan, justru dapat membahayakan keselamatan orang-orang yang kita cintai,” jelas Doni.

Menurut Doni, banyak yang tidak sadar bahwa diri sendiri mungkin sudah menjadi kelompok atau kategori OTG (orang tanpa gejala) dan telah jadi carrier/sebagai pembawa virus Covid-19 dan ketika menyentuh saudara-saudara yang tercinta, maka secara tidak sadar telah menulari mereka.

“Dan apabila yang tertular ini adalah kelompok rentan, yaitu orang lansia dan juga yang punya penyakit penyerta seperti tadi yang saya sebutkan, maka risikonya terpapar, terinfeksi, sakit, sakit ringan, sakit sedang, bahkan bisa menimbulkan kematian. Sekali lagi, apabila kita sayang kepada keluarga kita di kampung halaman, untuk sementara tahan untuk tidak pulang ke kampung halaman dulu,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here