Ekonomi Indonesia Kuartal I-2020 Tumbuh 2,97%, di Dominasi Konsumsi Rumah Tangga

0
523
Ilustrasi ekonomi Indonesia. FOTO: VIBIZMEDIA.COM|SURYATI

(Vibizmedia-Nasional) Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 tumbuh 2,97 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“Dengan berbagai fenomena di kuartal I-2020, maka PDB Indonesia atas dasar harga konstan pada kuartal I 2020 Rp 2.703 triliun dan atas dasar harga berlakunya Rp 3.122 triliun. Tumbuh 2,97 persen,” jelas Kepala BPS Suhariyanto dalam keterangannya, Selasa 5 Mei 2020.

Suhariyanto mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 melambat cukup dalam dari 5,07 persen pada kuartal I-2019. Menurutnya, semua komponen mengalami kontraksi terhadap kuartal IV-2019. Konsumsi pemerintah terkontraksi 44,02 persen, impor -11,89 persen, PMTS -7,89 persen, dan ekspor -6,37 persen.

“Namun, struktur pertumbuhan ekonomi tidak berubah. PDB masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga dan PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto) atau investasi,” ungkapnya.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 2,84 persen pada kuartal I-2020. Selain itu, komponen dalam konsumsi rumah tangga seperti kesehatan yang tumbuh. Sedangkan, konsumsi makanan dan minuman turun dari 5,32 persen menjadi 5,1 persen.

“Sebaliknya yang terkontraksi adalah konsumsi pakaian, alas kaki, dan jasa perawatan serta komponen transportasi dan komunikasi,” terang Suhariyanto.

Komponen yang terkontraksi lainnya, lanjutnya, adalah penjualan eceran sebesar 2,22 persen dari kuartal I-2019 sebesar 8,7 persen, penjualan homesale untuk mobil penumpang kontraksi 4,51 persen, dan penjualan sepeda motor terkontraksi 17,25 persen.
Untuk PMTB pada kuartal I 2020 masih tumbuh 1,70 persen, melambat dari 5,03 persen pada kuartal I 2019.

Suhariyanto menambahkan bahwa beberapa komponen yang melambat adalah bangunan dari 5,48 persen menjadi 2,74 persen. Sementara itu, konsumsi pemerintah masih tumbuh 3,74 persen, meski melambat dibanding kuartal I-2019 sebesar 5,22 persen.

Menurutnya, hal ini disebabkan oleh pertumbuhan realisasi belanja bantuan sosial, belanja pegawai, dan belanja barang karena diputuskan untuk diefisiensikan.

“Dengan demikian, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2020, yang pertama tetap diduduki oleh konsumsi rumah tangga, di mana menyumbang 1,56 persen dari PDB, dan PMTB menyumbang 0,56 persen,” ucap Suhariyanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here