Alat Tes Buatan Lokal, Menristek: Sedang dalam Tahap Uji Validasi dan Registrasi Kemenkes

0
408
Menteri Riset dan Teknologi atau Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro menyampaikan bahwa alat kesehatan untuk test kit, seperti rapid test maupun PCR saat ini sedang dalam tahap uji validasi dan registrasi di Kementerian Kesehatan.

“Mengenai PCR test kit atau test kit yang berbasis PCR, kami juga laporkan tahapannya sudah dalam tahap validasi dan registrasi yang nantinya akhir bulan ini diharapkan bisa diproduksi sampai 50 ribu unit juga,” ungkap Bambang usai rapat terbatas melalui telekonferensi, Senin 11 Mei 2020.

Bambang menargetkan alat rapid test produksi dalam negeri tersebut akan rampung akhir Mei dan mampu produksi rapid test sendiri hingga 100 ribu unit per bulan.

“Selain rapid test yang sudah dalam tahap validasi, sebenarnya ada 3 lagi jenis rapid test yang sedang dikembangkan tapi mungkin masih membutuhkan waktu 1 sampai 2 bulan ke depan,” jelas Bambang.

Mengenai PCR test kit atau tes kit yang berbasis PCR, Bambang telah melaporkan bahwa tahapannya juga sudah dalam tahap validasi dan registrasi yang nantinya akhir bulan ini diharapkan bisa diproduksi sampai 50.000 unit juga.

“Dan ini tentunya akan membantu upaya yang kita untuk melakukan tes PCR secara masif sesuai dengan target Presiden mencapai 10.000 tes per hari,” terangnya.

Untuk ventilator, Bambang menyampaikan yang telah dilaporkan sudah ada 4 prototipe ventilator yang selesai pengujian alatnya oleh BPSK (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) Kementerian Kesehatan dan saat ini yang sedang menjalani uji klinis.

“Bahkan satu di antara 4 itu yang berasal dari ITB itu sudah selesai uji klinis dan diharapkan bisa segera masuk fase produksi,” kata Bambang.

Sedangkan yang lain dari UI, dari BPPT, maupun dari PT Dharma (swasta) itu, menurut Menristek, masih akan menyelesaikan uji klinis dalam hari-hari ini sehingga kemungkinan minggu depan produksi dalam jumlah besar sudah bisa dilakukan.

“Kapasitas produksi kira-kira itu adalah 100 unit ventilator per pabrik per minggu. Jadi diharapkan ini bisa mengejar kebutuhan ventilator kita yang memang masih cukup besar di berbagai tempat di Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menristek juga menyampaikan bahwa mobile lab atau mobile BSL2 saat ini sedang diselesaikan oleh BPPT dan targetnya tanggal 20 Mei nanti sudah bisa dioperasikan di Rumah Sakit Wisma Atlet ini.

“Dan tentunya ini bisa membantu upaya percepatan pemeriksaan dari sampel dengan kapasitas bisa sampai 250 sampel per hari,” tambahnya.

Di luar alat kesehatan, Menristek juga menyampaikan update mengenai obat, yang sedang dilakukan clinical trial terhadap berbagai jenis obat yang saat ini banyak dipakai di berbagai negara untuk pasien Covid-19.

“Selain itu kami juga melakukan uji klinis terhadap pil kina sebagai salah satu komponen obat modern asli Indonesia. Untuk suplemen, saat ini sedang dilakukan uji klinis di rumah sakit Wisma Atlet untuk berbagai bahan herbal Indonesia yang diharapkan bisa meningkatkan daya tahan tubuh terhadap Covid-19,” ucapnya.

Sedangkan mengenai terapi, Bambang menyampaikan update dari plasma konvalesen, ternyata sudah dikembangkan di beberapa rumah sakit dan saat ini sudah ada protokol nasional untuk melakukan clinical trial di lebih banyak rumah sakit di Indonesia, sehingga diharapkan bisa meningkatkan tingkat kesembuhan dari para pasien Covid-19.

Menurut Bambang, untuk vaksin memang masih membutuhkan waktu, tapi paling tidak dengan sudah dimulai whole genome sequencing yang sudah di–submit oleh Eijkman dan kemudian juga oleh Universitas Airlangga Surabaya, maka selanjutnya bisa mendeteksi jenis virus Covid apa yang saat ini beredar atau yang mewabah di Indonesia.

“Kemudian untuk serum saat ini prosesnya sedang ditahap awal, tambahnya, sekarang sudah mulai dikembangkan pendekatan stem cell untuk bisa memperbaiki jaringan paru-paru yang rusak akibat Covid-19,” ungkap Bambang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here